Home Iptek Sikapi Data Bocor, BSSN Gandeng Bareskrim Kejar Hacker Bjorka

Sikapi Data Bocor, BSSN Gandeng Bareskrim Kejar Hacker Bjorka

6 min read
0
0
12

Depok (MPN) – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengakui , bahwa sejumlah data yang diretas hacker Bjorka valid. Menyikapi hal itu, BSSN menggandeng Bareskrim Polri memburu Bjorka.

“Tentu kita bersama-sama dengan aparat terkait dengan Bareskrim juga berkoordinasi terus untuk mendapatkannya. Memang namanya Bjorka, siapa orang sesungguhnya? Karena itu ciri ruang siber bisa menggunakan nama samaran. Untuk mendapatkan (Bjorka) membutuhkan waktu dan tentunya secara koordinasi,” tutur Kepala BSSN Hinsa Siburian di Kantor BSSN, Sawangan, Depok, Selasa (13/9/2022).

Hinsa mengatakan, BSSN mengamati motif yang dilakukan hacker Bjorka dari semula menjual data-data pribadi sampai sekarang melakukan doxing ke sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Indonesia.

“Fenomena apa yang atau isu apa, dan tentu kita kira-kira mencoba (mencari tahu) tujuannya apa dia menyebarkan berita atau informasi data-data yang sudah kita tahu semua,” ujarnya.

Bjorka jadi buah mulut usai melakukan aksi dengan menjual data-data penting warga negara Indonesia yang mengantongi identitas seperti nama nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, usia, Kartu Tanda Penduduk (KTP), email, nomor ponsel, NIK, nomor KK, operator seluler, hingga tanggal registrasinya.

Bahkan, akhir-akhir ini hacker tersebut melakukan doxing sejumlah pejabat tinggi pemerintahan, mulai dari Menkominfo Johnny G Plate, Mendagri Tito Karnavian, Menkopolhukam Mahfud MD, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, sampai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Masalah Bjorka yang kita lihat ramai ini, karena ini media sosia, dia menggunakan ruang siber untuk menyampaikan informasi yang disampaikannya. Tentu fenomena ini kita tetap ikuti dari satu berita ke berita lain fenomenanya, kemudian dia sasar satu pejabat ke pejabat lainnya,” tuturnya.

Kepada masyarakat, BSSN meminta agar pintar memilah informasi. “Masyarakat kita semakin cerdas dan kita semua semakin terbiasa dengan informasi, terbiasa memilah sebuah informasi,” ujarnya.

Data Bocor

Lebih lanjut BSSN menjelaskan, bahwa kebocoran data oleh hacker Bjorka ada yang valid, namun sebagian data juga ada yang tidak valid.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian mengatakan ada sejumlah data informasi yang valid diumbar oleh Bjorka. Hacker ini sudah mengobrak-abrik data pribadi warga negara Indonesia sampai pejabat tinggi pemerintah.

“Jadi, saya tidak katakan semuanya tidak valid, tapi ada juga yang valid,” ungkap Hinsa di kantor BSSN, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa (13/9/2022).

Hanya saja, Hinsa tidak menyebutkan secara spesifik data yang valid tersebut data yang mana. Mengingat, sudah banyak rentetan kebocoran data yang dijual oleh Bjorka, mulai dari pelanggan IndiHome, registrasi SIM card prabayar, KPU, maupun data pribadi para pejabat.

“Kita mengikuti dinamika perkembangan, kita melaksanakan validasi. Kita juga punya forensik di BSSN ini ada. Sekilas pun kita bisa lihat, klasifikasi data ini bagaimana. Setelah ditelisik, ternyata ada data yang berulang,” ujarnya.

Kendati begitu, ia menjelaskan bahwa sebuah data memiliki klasifikasi tertentu dan masanya. Kondisi tersebut yang membuat BSSN koordinasi dengan dengan stakeholder bersangkutan yang memiliki data tersebut.

“Mereka evaluasi sistemnya, karena sebagian juga tidak merasa kehilangan data, atau mereka tidak tahu. Koordinasi sangat perlu dan tim kita dengan mereka,” kata Hinsa.

BSSN melakukan Information Technology Security Assement (ITSA) untuk mengevaluasi kelemahan pada lembaga yang terkait. Di waktu yang bersamaan Juru Bicara BSSN Ariandi Putra, pihaknya tak ingin setengah-setengah dalam menyampaikan insiden dugaan kebocoran data. Sebab, informasi yang dipublikasikan mesti sudah 100% kecocokannya.

“Data sekecil apapun yang bocor jadi perhatian kita, makanya kita validasi terus telusuri, kita cocokan sampel datanya. Kita hati-hati menyampaikan ke masyarakat bahwa informasi yang akan sampaikan, baik rekomendasi ke penyelenggara sistem elektronik maupun informasi umum ke publik itu benar-benar valid 100%,” tuturnya.(mpn)

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Iptek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Enam Partai Dukung Khofifah-Emil

SURABAYA (BM) – Nama Khofifah Indar Parawansa masih unggul dalam survei Pilgub …