Home Global Kenali Potensi Anak melalui Kecerdasan Majemuk

Kenali Potensi Anak melalui Kecerdasan Majemuk

14 min read
0
0
34

SURABAYA (MPN) – Banyak orang mengukur kecerdasan anak-anaknya melalui peringkat Intelligence Quotient (IQ), atau kecerdasan intelektual. Para orang tua bangga bila anak-anaknya memiliki IQ tinggi. Nilai IQ biasanya didapatkan melalui tes IQ dalam psikotest.

Lalu, apakah anak-anak ‘bodoh’, anak-anak yang tidak memiliki IQ tinggi hidupnya bakal susah, bakal berantakan? Oh no.. Tidak!

Jangan khawatir, kecerdasan anak tidak hanya ditentukan oleh IQ. Survei membuktikan, banyak orang yang memiliki IQ biasa saja, tetapi kehidupannya bisa lebih baik. Kenapa?

Ya, ternyata ada sejumlah indikator lain untuk menentukan kecerdasan seseorang, yang membawa pada kesuksesan.

Seorang ahli psikologi dan professor pendidikan dari Graduate School of Education, Harvard University, Amerika Serikat, Howard Gardner, mengungkap hasil penelitiannya, dengan apa yang disebut sebagai Multiple intelligences, atau kecerdasan majemuk.

Howard Gardner merupakan orang pertama yang memperkenalkan konsep kecerdasan majemuk. Awalnya, ia menyusun daftar tujuh kecerdasan dalam buku Frames of Mind (1983), yaitu kecerdasan linguistik (linguistic intelligence), kecerdasan logis-matematis (logical-mathematical intelligence), kecerdasan visualspasial (spatial intelligence), kecerdasan musikal (musical intelligence), kecerdasan gerak tubuh (bodily-kinesthetic intelligence), kecerdasan interpersonal (interpersonal intelligence), kecerdasan intrapersonal (intrapersonal intelligence).

Selanjutnya, di bukunya Intelligence Reframed (1999), ia menambahkan adanya dua kecerdasan baru, yakni kecerdasan naturalis atau lingkungan (naturalist intelligence) dan kecerdasan eksistensial (existential intelligence).

Jenis-jenis Kecerdasan Majemuk

a. Kecerdasan Verbal-Linguistik

Kecerdasan Verbal-Linguistik adalah kecerdasan dalam menguasai hal-hal yang berkaitan dengan bahasa, termasuk bahasa ibu dan bahasa-bahasa asing, untuk mengekspresikan apa yang ada di dalam pikiran dan memahami orang lain. Seseorang yang memiliki kecerdasan Verbal-Linguistik dalam mengekspresikan pikirannya mereka cenderung banyak bicara, suka pelajaran bahasa termasuk bahasa daerah dan bahasa asing, suka lelucon, senang membaca semua bentuk bacaan. Orang yang memiliki kecerdasan Verbal-Linguistik ini cocok bekerja sebagai Guru, Pendongeng, pembawa acara, dkk.

Ciri-ciri yang melekat pada orang yang memiliki kecerdasan Verbal-Linguistik sebagai berikut:

Senang membaca semua bentuk bacaan.  Senang mencoret-coret dan menulis ketika mendengar atau berbicara.  Sering memaparkan pandangan-pandangan cemerlang di hadapan orang lain.  Sering teka-teki silang.  Mampu menulis lebih baik dari teman seusianya.

b. Kecerdasan logika-matematik

Kecerdasan logika-matematik berkaitan dengan kemampuan mengolah angka dan kemahiran menggunakan logika. Anak-anak yang cerdas dalam logika-matematik menyukai kegiatan bermain yang berkaitan degan berpikir logis, seperti mencari jejak (maze), menghitung benda-benda, dan timbang menimbang. Anak-anak yang cerdas dalam logika-matematik mudah menerima dan memahami penjelasan sebab-akibat.

Kecerdasan logika-matematika bersemayam di otak depan sebelah kiri dan parietal kanan. Kecerdasan logika-matematika dikategorikan sebagai kecerdasan akademik, karena dukungannya yang tinggi dalam keberhasilan studi seseorang. Dalam tes IQ, kecerdasan logika-matematika sangat diutamakan.

c. Kecerdasan Visual-Spasial

Kecerdasan Visual-Spasial merupakan salah satu bagian dari multiple intelligence yang terdiri dari sembilan jenis kecerdasan yang berhubungan erat dengan kemampuan untuk memvisualisasikan gambar di dalam pikiran seseorang atau untuk anak dimana dia berpikir dalam bentuk visualisasi dan gambar untuk memecahkan sesuatu masalah atau menemukan jawaban. Anak yang memiliki kecerdasan Visual-Spasial mereka mampu memanipulasi dan menciptakan gambar, mereka lebih berpikir secara konseptual untuk memahami sesuatu.

Materi program dalam kurikulum yang dapat mengembangkan kecerdasan Visual-Spasial antara lain: Video, gambar, menggunakan model atau diagram. Ciri-ciri dalam mengembangkan kecerdasan Visual-Spasial pada anak usia dini adalah:

Menggambar dan melukis.  Mencoret-coret.  Menyanyi, mengenal dan membayangkan suatu konsep. Membuat prakarya. Melakukan permainan konstruktif dan kreatif.

d. Kecerdasan Jasmaniah-Kinestetik.

Kecerdasan Jasmaniah-kinestetik berkaitan dengan kemampuan menggunakan gerak seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaannya serta keterampilan mempergunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah sesuatu. Kecerdasan ini meliputi kemampuan fisik yang spesifik, seperti koordinasi, keseimbangan, keterampilan, kekuatan, kelenturan, kecepatan dan sentuhan.

Anak yang cerdas dalam gerak-kinestetik terlihat menonjol dalam kemampuan fisik daripada anak seusianya. Mereka suka bergerak, tidak bisa duduk lama-lama dan mengetuk-ngetuk sesuatu. Mereka cepat menguasai tugas-tugas motorik halus seperti menggunting, melipat, menjahit dan menempel. Kecerdasan ini memiliki wujud relatif bervariasi, bergantung ada komponen-komponen kekuatan dan fleksibilitas seperti tari dan olah raga.

Karakteristik orang yang memiliki kecerdasan jasmaniah-kinestetik sebagai berikut:

Senang membuat sesuatu dengan menggunakan tangan secara langsung.  Merasa bosan dan tidak tahan untuk duduk pada waktu yang relatif lama.  Ketika belajar, selalu menyertakan aktivitas yang bersifat demonstrastif.  Senang belajar dengan strategi learning by doing.  Selalu mengisi waktu luang dengan aktivitas-aktivitas seni.

e. Kecerdasan Musikal

Kecerdasan musikal berkaitan dengan kemampuan menangkap bunyi-bunyi, membedakan, mengubah dan mengekspresikan diri melalui bunyi-bunyi atau suara-suara yang bernada dan berirama. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada irama, melodi dan warna suara. Anak yang menonjol intelegensi musikalnya sangat peka terhadap suara dan music, Anak akan dengan mudah belajar dan main musik secara baik. Bahkan sejak kecil anak sering kali mereka sudah dapat menangkap dan mengerti struktur musik.

Anak yang memiliki kecerdasan musikal suka menyanyi bersenandung, atau bersiul. Mereka mudah mengenali suara-suara di sekitarnya seperti suara sepeda motor, burung, kucing dan anjing. Kecerdasan musikal memiliki peran yang cukup signifikan dalam perkembangan anak. Beberapa filosofi memasukkan musik sebagai bagian yang penting dalam pendidikan. Musik memberikan efek yang meredakan setelah melakukan aktivitas fisik, membangkitkan kembali energi yang terkuras, dan mengurangi stres yang biasanya menyertai anak-anak setelah melakukan tugas-tugas akademik yang berat.

f. Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan kita untuk berpikir secara reflektif, yaitu mengacu kepada kesadaran reflektif mengenal perasaan dan proses pemikiran diri sendiri. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk secara akurat dan realistis menciptakan gambaran mengenai diri sendiri (kekuatan dan kelemahan); kesadaran akan mood atau kondisi emosi dan mental diri sendiri, kesadaran akan tujuan, motivasi, keinginan, proses berpikir dan kemampuan untuk melakukan disiplin diri, mengerti diri sendiri dan harga diri.

Anak dengan kecerdasan intrapersonal yang berkembang dapat mencatat hal-hal penting yang ada dalam pikiran mereka dan membantu mereka dalam proses pembelajaran. Selain itu mereka juga dapat bekerja secara mandiri. Mereka kadang terlihat malu dan agak introvert atau tertutup. Profesi yang cocok dengan anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal yaitu ahli teologi, penulis, motivator, guru dan lain sebagainya.

Karakteristik yang dimiliki oleh anak yang memiliki kecerdasan Intrapersonal adalah:

Punya kemauan yang kuat dan kepercayaan diri.  Punya rasa yang realistik tentang kemampuan dan kelemahannya.  Punya kepekaan akan arah dirinya.  Dapat belajar kesuksesan dari orang lain.  Cenderung bekerja sendiri daripada dengan orang lain.

g. Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain. Kecerdasan ini melibatkan kepekaan pada ekspresi wajah, suara dan gerakan tubuh dari orang lain dan mampu memberikan respons secara efektif dalam berkomunikasi.

Anak-anak yang berkembang pada kecerdasan interpersonal peka terhadap kebutuhan orang lain. Apa yang dimaksud, dirasakan, direncanakan dan diimpikan orang lain dapat ditangkap melalui pengamatannya terhadap kata-kata, gerik-gerik, gaya bahasa, dan sikap orang lain. Mereka akan bertanya memberi perhatian yang dibutuhkan, member respon yang baik, sensitif suasana hatinya namun mampu bekerja sama dengan baik.

Ciri-ciri anak yang mempunyai kecerdasan interpersonal sebagai berikut:

Mudah mendapat teman, tidak pemalu.  Senang berada di sekitar orang-orang.  Berbagi makanan dan minuman dengan orang lain.  Menunggu giliran dalam bermain.

h. Kecerdasan Naturalistik

Kecerdasan Naturalis melibatkan kemampuan mengenali bentuk-bentuk alam di sekitar kita: burung, bunga, pohon, hewan dan fauna. Anak-anak yang sangat kompeten dalam kecerdasan ini merupakan pencinta alam, anak lebih suka berada di alam terbuka, di padang atau di hutan dari pada terkurung dalam sekolah, namun jika tugas sekolah melibatkan kupu-kupu, binatang atau bentuk alam sekitar maka motivasi anak kemungkinan besar akan melambung tinggi. Anak-anak akan lebih senang berkebun, menghabiskan waktu dekat akuarium dan akrab dengan hewan peliharaan.

Karakteristik anak yang memiliki kecerdasan Naturalis adalah:

Punya kemampuan klasifikasi.  Menyukai flora dan fauna serta alam semesta.  Suka berjalan-jalan di alam bebas menikmati alam.  Menyukai kelestarian lingkungan.

i. Kecerdasan Eksistensial-Spiritual

Kecerdasan Eksistensial adalah kemampuan untuk menempatkan diri dalam hubungannya dengan suatu kosmos yang tak terbatas dan sangat kecil serta kapasitas untuk menempatkan diri dalam hubungannya dengan fitur-fitur eksistensial dari suatu kondisi manusia seperti makna kehidupan, arti kematian, perjalanan akhir dari dunia fisik dan psikologis, dan pengalaman mendalam tentang cinta kepada orang lain atau perendaman diri secara total dalam suatu karya seni. Anak yang memiliki kecerdasan ini menjadi analitik sekaligus kreatif, logik dan imajinatif, khusus dan umum, senang pada hal yang bersifat detail pada saat yang sama juga suka pada hal yang umum.

Karakteristik yang dimiliki oleh orang yang memiliki kecerdasan Eksistensial-spiritual adalah sebagai berikut:

Senang berdiskusi tentang kehidupan.  Memiliki kepekaan pada alam.  Senang berdarmawisata ke alam, kebun binatang.  Senang ketika belajar ekologi, alam dan binatang.  Mengerjakan dengan baik topik-topik yang melibatkan sistem kehidupan binatang.(Oleh: Muchlisin Riadi)

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Enam Partai Dukung Khofifah-Emil

SURABAYA (BM) – Nama Khofifah Indar Parawansa masih unggul dalam survei Pilgub …