Home Iptek Wow! Lima Anak Indonesia Ini Berhasil Raih Prestasi Internasional

Wow! Lima Anak Indonesia Ini Berhasil Raih Prestasi Internasional

6 min read
0
0
5

SURABAYA (MPN) – Indonesia memiliki segudang remaja berprestasi di tingkat dunia. Bukan hanya di bidang akademik, para muda nan belia itu menyedot perhatian dunia pada bidang sains, olahraga, dan lainnya.

Berikut ini beberapa generasi brestasi dan telah mengharumkan nama bangsa.

1. Nyimas Bunga Cinta

Mulai menekuni skateboard di usia 8 tahun, sosok Nyimas kini membuktikan diri sebagai atlet berprestasi di bidang olahraga. Di usia 12 tahun, dia menjadi peraih medali termuda sepanjang sejarah Asian Games 2018. Dia berhasil menyabet medali perunggu pada cabang olahraga skateboard yang berlangsung di Jakarta dan Palembang.

Setahun kemudian, dia meraih medali perak pada Sea Games 2019 di Filipina. Tidak di kawasan saja, Nyimas tampil di ajang internasional tepatnya turnamen Women Vans Park Series World Championship di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat pada 2019.

Di kompetisi dunia ini, dia cukup menorehkan prestasi dengan berada di peringkat 18. Pada tahun yang sama, remaja yang mengenakan hijab itu meraih medali emas pada Women Vans Park Series Regional Asia di Singapura, kemudian menempati peringkat kedua pada Olympic Camp Asia Nanjing, Cina.

Nyimas terus menorehkan prestasinya di ajang internasional. Pada kompetisi Dew Tour 2021 di Lauridsen Skatepark, Des Moines, Iowa, AS, dia menempati urutan ke-23 dari 41 skater kelas dunia. Atas beragam prestasinya di usia muda, Nyimas terpilih menjadi Barbie Role Model bersama 47 perempuan lainnya dari penjuru dunia pada Juli 2021.

2. Yuma Soerianto

Namanya cukup dikenal di dunia internasional sejak usia 10 tahun. Pasalnya, Yuma berhasil menarik perhatian CEO Apple Tim Cook. Dia mampu membuat 9 aplikasi hingga kini, antara lain Kid Calculator, Weather Duck, Pocket Pokè for Pokèmon, Hunger Button, Let’s Stack, Let’s Stack AR (Augmented Reality), Fireworks Builder AR, Weather Duck for Apple Watch, dan Swipy Trash.

Kepiawaiannya dalam dunia coding ini membawa Yuma menerima beasiswa Apple Worldwide Developer Conference berturut-turut pada 2017, 2018, dan 2019. Kemudian dia menerima beasiswa Apple Worldwide Developer Conference (WWDC), yang digelar Apple setiap tahunnya.

Keterampilan Yuma tidak lepas dari peran sang Ayah yang memang ahli dalam dunia coding. Walaupun sempat mengikuti kursus coding ketika usianya masih 6 tahun, namun Yuma lebih banyak belajar otodidak dari berbagai situs web.

3. Joey Alexander

Prestasi dunia pianis cilik yang bernama lengkap Josiah Alexander Sila bermula ketika dia mendapat penghargaan Grand Prix dalam Master-Jam Fest 2013, kompetisi musik jazz untuk segala usia di Odessa, Ukraina. Ajang ini diikuti 43 musisi dari 17 negara.

Dari situ, dia mulai tampil di sejumlah festival Jazz tingkat nasional hingga dunia. Albumnya, My Favorite Things menghantarkan Joey menjadi musisi asal Indonesia pertama yang masuk ke dalam Billboard 200 di Amerika Serikat.

Melalui album tersebut, Joey yang baru berusia 12 tahun berhasil tampil di acara penghargaan musik paling bergengsi di Amerika Serikat, Grammy Awards. Pada ajang tersebut, dia juga menjadi nominasi dalam kategori Best Improvised Jazz Solo melalui single yang berjudul Giant Steps, dan albumnya masuk dalam kategori Best Jazz Instrumental Album.

4. Musa La Ode Abu Hanafi

Berawal dari ajang pencarian bakat pada 2014, siapa sangka Musa yang kala itu berusia lima tahun menjadi peserta termuda dalam Hafazan peringkat antarbangsa di Jeddah, Arab Saudi. Dia menduduki peringkat ke-12 daripada 25 peserta yang bertanding.

Di tahun yang sama, Musa mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Hafiz Al-Quran 30 Juz termuda di Tanah Air.

Musa kemudian meraih peringkat tiga dalam kategori hafalan 30 juz anak-anak di kompetisi hafalan Al Quran pada Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional Sharm El Sheikh, Mesir pada 2016. LAgi-lagi, musa menjadi peserta paling kecil dan termuda pada ajang tersebut.

5. Salman Trisnadi Wajrasena

Di usia 7 tahun, siapa sangka Salman berhasil mencetak prestasi kelas dunia. Dia memenangkan juara pertama robotik internasional kategori Creative Design di Korea Selatan pada 5-9 Agustus 2015. Kala itu, di baru duduk di bangku kelas 1 SD.

Pada 2019, dia menjuarai lomba kreativitas dari barang bekas yang digelar di Bandung. Keterampilan ini tidak lepas dari didikan ayahnya yang seorang trainer untuk pelatihan pembelajaran robotik di sekolah.(hypeabis/mpn)

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Iptek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Bupati Sidoarjo Berpeluang Jadi Tersangka Pemotongan Dana ASN

Bupati Sidoarjo …