Home Nasional Anies Capres Nasdem, Surya: Indonesia Butuh Persatuan dan Bangkit

Anies Capres Nasdem, Surya: Indonesia Butuh Persatuan dan Bangkit

10 min read
0
0
9

Jakarta (MPN) – Anies Baswedan resmi diusung sebagai calon presiden Partai Nasdem. Keputusan itu disampaikan langsung Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di hadapan Anies Baswedan, dan sejumlah petinggi Nasdem, di Jakarta, Senin (3/10/2022).

Pada acara deklarasi tersebut Surya Paloh meninggung soal kesempurnaan. Dia menyebut tidak ada yang sempurna termasuk dirinya hingga pihak yang jadi penguasa saat ini.

“Saya coba mengenal dari apa yang saya, satu yang pasti saya ketahui, saya jauh dari kesempurnaan, saya masih banyak dengan seluruh kekurangan yang ada pada diri saya, dari kapasitas sebagai individu dan warga bangsa ini,” kata Paloh saat memberi pernyataan di depan para kader NasDem, di NasDem Tower, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2022).

Paloh mengatakan dirinya tidak luput dari kesalahan. Dia bahkan menerima jika ada orang yang menganggap dirinya dungu atau bodoh.

“Bahkan kesalahan demi kesalahan, dan tidak ada juga yang bisa saya salahkan jika orang di luar menganggap, sebagian menyatakan, mungkin saja ada bagian daripada kedungunan, kebodohan yang ada pada diri ini,” ucapnya.

Dia mengaku bersyukur jika jajarannya menganggap Partai NasDem di bawah kepemimpinannya menjadi baik. Namun dia lebih mementingkan nilai persatuan bangsa daripada pujian untuk dirinya.

“Tapi hal yang jadi tingkat kepedulian saya yang paling utama, terlalu mahal sebuah nilai persatuan yang telah kita miliki sebagai suatu bangsa untuk terusak atau dirusak oleh kepentingan sesaat, kepentingan kelompok, dan kepentingan golongan,” ujar dia.

“Bahkan mengatasnamakan absolute kebenaran, sebuah periodisasi yang kita lalui hari ini karena masa lalu. Dan masa depan karena hari ini, sebuah rangkaian panjang sebuah perjalanan kehidupan. Maka ketika semua judgement ditujukan kepada siapa saja, terhadap apa yang dikesankan terhadap masa lalu yang salah, apa itu artinya terhadap persiapan kita menyongsong masa depan anak dan cucu kita ke depan?” imbuhnya.

Dia lalu bicara yang dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini adalah persatuan dan bangkit dari situasi yang ada saat ini. Dia kemudian menyinggung bahwa tidak ada satupun yang sempurna, termasuk pihak yang berkuasa saat ini di Indonesia.

“NasDem menempatkan pemikiran dan perspektif seperti ini karena dia yakin dan percaya bahwa nobody is perfect, tidak ada siapapun yang sempurna termasuk diri yang berbicara ini, ataupun siapapun yang sedang berkuasa saat ini. As human being, kita punya kelebihan, tapi kita juga punya banyak kekurangan,” jelasnya.

Koalisi

Surya Paloh meyakini PKS dan Demokrat akan satu barisan bersama NasDem untuk mencalonkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden. Hal itu menjawab pertanyaan wartawan ketika deklarasi Anies Baswedan sebagai calon presiden NasDem.

Paloh mengatakan, pengalamannya sebagai politisi yakin Demokrat dan PKS akan bersama dengan NasDem di Pemilu 2024.

“Soal dua partai, baik dari PKS teman kita Partai Demokrat. Jujur aja, dari apa perspektif yang saya pahami, apa yang saya pahami sebagai praktisi politisi,” kata Paloh di NasDem Tower, Jakarta, Senin (3/10).

“Insyallah semuanya menyatukan pikiran, semangat, tekat, bersama dengan NasDem, Insyaallah,” katanya.

Deklarasi

Sebelumnya, Surya Paloh mengumumkan Anies Baswedan sebagai calon presiden yang akan diusung di Pilpres 2024. Anies hadir secara langsung ketika calon presiden NasDem diumumkan oleh Surya Paloh. Anies duduk di kursi paling depan bersama Surya Paloh.

“Yang dicari Nasdem adalah yang terbaik dari terbaik. Inilah kenapa akhirnya NasDem memilih sosok Anies Baswedan,” kata Surya di NasDem Tower, Jakarta, Senin (3/10).

Surya Paloh mengatakan, sosok Anies sejalan dengan visi misi NasDem dalam membangun bangsa Indonesia. “Kami punya keyakinan pikiran dalam perspektif makro maupun mikro sejalan dengan apa yang kami yakinkan,” ujar dia.

Menurut Paloh, Indonesia membutuhkan Presiden yang bisa membentuk bangsa yang bermartabat dan berkarakter. Paloh meyakini Anies adalah orang yang tepat mewujudkan cita-cita tersebut.

“Bangsa ini ke depan Insyaallah jika Anies Baswedan terpilih sebagai presiden menjadi bangsa bermartabat bangsa yang membentuk karakter dari bangsa ini,” kata Paloh.

Surya Paloh, mengungkap respons Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang sikap NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) di Pemilu 2024. Paloh mengatakan Jokowi menghargai keputusan NasDem.

“Ketika ditanya apakah saya sudah membicarakan, apa tanggapan beliau, misalnya pencalonan bung Anies, kan. Beliau ucapkan ‘Ya baik, bagus, saya menghargai itu’ dan saya pikir ini lebih dari cukup,” kata Paloh.

Paloh mengatakan komunikasinya dengan Jokowi berjalan intens selama ini. Paloh terakhir bertemu dengan Jokowi sekitar 10 hari lalu.

“Saya ingin menegaskan kembali komunikasi dengan Pak Jokowi berjalan secara intens, pertemuan saya terakhir mungkin baru mungkin lebih 10 hari yang lalu,” ujar Paloh.

Paloh berencana untuk bertemu lagi dengan Jokowi dalam waktu dekat. Dia pun menegaskan pertemuan dengan Jokowi rutin.

“Kebetulan saya dalam keadaan kondisi kurang prima, kurang sehat. Jadi memang baru selesai dari hospital dua hari yang lalu, ada seminggu. Jadi memang dalam waktu singkat saya juga akan bertemu kembali karena memang komunikasi yang terjalin selama hampir 7 tahun, lebih 8 tahun setengah ini berjalan intens hampir rutin pertemuan saya,” ujar Paloh.

Alasan Usung

Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengurai alasan pihaknya mendukung Anies Baswedan. Sekalipun dalam sejumlah survei nama Ganjar Pranowo kerap menjadi pemuncak daftar capres pilihan responden.

Alasan pertama, karena Ganjar Pranowo masih melekat di PDI Perjuangan. Sementara alasan kedua, ada komunikasi yang kurang intens antara Nasdem dengan Ganjar Pranowo.

“Ganjar sejauh ini belum pernah ketemu kita ya, komunikasinya masih terputus-putus,” kata Willy di Tower Nasdem, Gondangdia, Jakarta, Senin (3/10).

Sementara alasan ketiga, Willy mengurai bahwa kecenderungan partai yang belum masuk koalisi dan berada dalam radar Nasdem untuk bergabung, seperti PKS dan Demokrat, juga mayoritas memilih Anies Baswedan.

“Karena komunikasi dengan beberapa partai kemudian menempatkan Anies titik temu benang merah dari komunikasi-komunikasi Demokrat dan PKS,” ujarnya. 

Terlepas dari itu, Willy secara pribadi menilai Anies memiliki kemampuan yang mumpuni untuk memimpin bangsa Indonesia setelah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

“Ya itu juga menjadi salah satu faktor ya, tapi yang kita lihat bagaimana rasionalitas, kapabiltas, komunikasi itu kemudian kenapa Anies yang menjadi titik temunya,” ujarnya.(det/mer/rmo/adm)

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Bupati Sidoarjo Berpeluang Jadi Tersangka Pemotongan Dana ASN

Bupati Sidoarjo …