Home Jawa Timur 01-Kediri Mandiri Tanpa Diskriminasi Bagi Penyandang Disabilitas

Mandiri Tanpa Diskriminasi Bagi Penyandang Disabilitas

9 min read
0
12
298

Kediri (MPN) – Bahagia Berkapabilitas. Seuntai kalimat menancap tajam di setiap insan, Mandiri Tanpa Diskriminasi. Setidaknya itu poin yang mengemuka saat digelar Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2022 di SMAN 1 Kediri, sabtu (3/12). “Perhatian Pemerintah saja tidak cukup, meski telah memberikan berbagai fasilitas kepada para penyandang disabilitas ini, namun partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam memberikan ruang gerak dan hasil kreativitas Anak-anak Berkebutuhan Khusus ini,” tandas Ramli SPd,MM, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri.

Menurut Ramli, saat ini dalam banyak fasilitas umum sudah dilaksanakan Pemerintah dalam melayani para penyandang disabilitas ini. Misalnya, dalam setiap kantor instansi pemerintah dan swasta, telah diberikan ruang gerak bagi para penyandang disabilitas, kewajiban perusahaan BUMN dan Swasta untuk mengakomodir sebagian persen, di jalan dan kendaraan umum juga menyediakan tempat duduk khusus, di rumah sakit, mal-mall, dan tempat-tempat umum di seluruh Indonesia. “Sehingga hal ini, harus didukung oleh masyarakat umum, agar para penyandang disabilitas itu dapat beraktivitas normal dan mandiri,” begitu Ramli berharap.

Santunan kepada 10 Anak Yatim dan Piatu, dan 20 anak prestasi penyandang Disabilitas dari SLB se kabupaten Kota Kediri oleh Dinas Sosial dan Cabdin pendidikan wilayah Kediri serta Bantuan dari zuli, Dayat Kasek SMAN 1 Kediri sebesar masing-masing Rp.500 ribu. (3/12)

Gelar Seni

Sementara itu dalam panggung besar gedung aula SMAN 1 Kediri, tersusun atraksi berbagai macam seni yang digelar, mulai seni tari klasik Jawa, Pencak Silat, Tari Jaranan, Tari Kenyo, Menyanyi, Organ tunggal, dan Seni Hadrah Sholawatan. Semua dipersembahkan pada audien yang rata-rata siswa, pendidik dan kasek SLB se kabupaten Kota Kediri, serta para undangan dari berbagai instansi pemerintah dan swasta. Dalam pentas seni itu semua diperagakan oleh siswa penyandang disabilitas.

Para Siswi Tuna Rungu (Sheila, Lira, Lina dari SLB PGRI Purwoasri sedang unjuk kebolehan dalam Tari kreasi profil pelajar pancasila (3/12)

Lemah gemulai gerakan 3 gadis ayu menyeruak panggung disambut  gemuruh tepuk tangan penonton. Mereka adalah Sheila, Lira dan Lina, penyandang Tuna Rungu (Tuli) dari SLB PGRI Purwoasri. Memperagakan Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila. Berikutnya 3 siswa siswi dari SLB Budi Mulyo Kandat memperagakan gerakan seni bela diri, Silat Tradisional Jawa. Sebelumnya, seorang anak usia 19 tahun, Danang dari SLB Bhakti Pemuda Papar yang Tuna Netra (Buta) beraksi bak artis dan musisi handal, memainkan organ sembari melantunkan tembang pop kreatif. Sendu dan Menyentuh. Lagu ceria Bidadari dinyanyinyikan 2 siswa Tuna Netra (Buta) dari SLB Raharja Sejahtera Kandangan.

Bahkan, gadis kecil 8 tahun nan cantik, menjadi sorotan penonton lantaran suaranya yang merdu tinggi itu bergaya bak artis hingga semua larut dalam alunan nada yang dinyanyikan. Gadis siswi SLB Raharja Sejahtera Kandangan itu juga memperoleh santunan karena statusnya yatim dan pernah meraih juara dalam lomba nyanyi. “Kami semua mendukungmu sayang, untuk lebih rajin belajar dan latihan nyanyi terus, agar kelak berprestasi lebih tinggi lagi ya,” tukas salah seorang pemerhati dan pemandu bakat dari Kediri seraya menyemangati gadis tuna netra itu.

Para Gadis Cantik Tuna Rungu (Tuli) dari SLB Permata Kasih Mojo itu bernama Riska Maria Ulfa (SMALB), bersiap memperagakan Tari Kenyo, bersama Guru Pembimbingnya Cindy Fertikasari SPd.

Begitupun, para undangan dan penonton terkesima dengan 2 Gadis Cantik yang meperagakan Tari Kenyo, sebuah kisah tentang Putri Kerajaan Kediri Dewi Sekartaji yang bersenandung hingga suatu saat tertunduk dan dipersunting Prabu Panji Asmorobangun. Mereka dari SLB Permata Kasih Mojo, yang dibina oleh Cindy Fertikasari SPd, guru yang cantik.  Siswi Tuna Rungu bernama Riska Maria Ulva 19 tahun (SMALB) itu pernah menjuarai kontes kecantikan tingkat provinsi yaitu juara harapan 2020, juara harapan 2 tahun 2021. Sedangkan tingkat kabupaten menggaet juara 2. Cukup Membanggakan dan perlu diapresiasi.

Seni Bela Diri Pencak Silat diperagakan siswa siswi Tuna Rungu dari SLB Budi Mulyo Kandat (3/12)

Perlu Perhatian dan Keperdulian

Acara HDI 2022 ini menampilkan rangkaian kegiatan kreatif dari para-para siswa difabel seluruh Kabupaten /Kota Kediri. Pameran Hasil Karya siswa SLB, Santunan kepada Anak Yatim dan Piatu, serta Pentas Seni hasil kreativitas ABK SLB. Diikuti 25 lembaga SLB di seluruh Kabupaten Kediri, dan 5 Lembaga SLB di Kota Kediri. Partisipasi itu terdirii 250 peserta pameran dan pentas seni, serta 95 pendamping guru dari SLB se wilayah kabupaten dan Kota Kediri.

Slamet Hariyono SPd, Ketua Panitia Peringatan HDI 2022, menuturkan kegiatan ini terselenggara berkat Kerjasama antara Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri, serta berbagai pihak terkait yang perduli dan berempati dengan eksistensi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), seperti Dayat Kepala SMAN 1 Kediri dan Zuli seorang pengusaha di Kediri yang berempati pada siswa difabel itu. Sungguh Kepedulian sosial kemanusian yang patut ditiru. Hadir sebagai Undangan dari Dinas Sosial Kabupaten Kediri.

Kacabdin pendidikan wilayah Kediri, Ramli SPd, MM, bersama Dinas Sosial, Zuli pengusaha, Dayat Kasek SMAN 1 Kediri, Slamet Hariyono SPd Ketua Panitia, serta para pengurus dan Kasek SLB se Kabupaten Kota Kediri (3/12)

Dalam kesempatan itu Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri memberi santunan kepada 10 anak penyandang disabilitas dari kalangan yatim / piatu. Sementara donatur Zuli dan Dayat memberi santunan pada 20 anak penyandang disabilitas juga dari kalangan Yatim / Piatu sebesar masing-masing Rp. 500 ribu. Para Siswa itu dari berbagai jenis ketunaan yaitu Tuna Netra (Buta), Tuna Rungu (Tuli), Tuna Daksa (kelainan tubuh), Tuna Grahita (keterbelangan mental, idiot), Autis (gangguan perkembangan saraf).

Diharapkan, kepada semua pihak agar Keberadaan para penyandang disabilitas ini mendapat perhatian dan kepedulian selayaknya manusia normal. Saling menghargai dan menghormati meskipun mereka berketerbatasan fisik. Demikian pula agar siapa saja dapat meningkatkan kepedulian, berempati, memberi kesempatan pada para penyandang cacat (Difabel) ini untuk mandiri di tengah-tengah masyarakat. Sehingga para penyandang disabilitas ini suatu saat, bila telah lulus sekolah dan berketrampilan, bisa Mandiri tanpa adanya Diskriminasi. Barokalloh…  Aamiin .–(Ajie) –   

Load More Related Articles
Load More By Aji Suharmaji
Load More In 01-Kediri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Suci Kasih Sesama dan Toleransi dalam Dharma Shanti se Jatim di Chandra Wilwatikta Pandaan Pasuruan

Kediri (MPN) – Suci Bersinergi. Bernuansa suci dalam inti acara Dharma Shanti tahun …