Home Jawa Timur 01-Kediri Bersolusi Pemuda Di Era Digital Dalam Pembangunan Nasional

Bersolusi Pemuda Di Era Digital Dalam Pembangunan Nasional

12 min read
0
5
66

Kediri (MPN) – Kreatif Bersolusi. Kaum muda tak hanya menjadi penggerak pembangunan, namun peran aktifnya mampu menjawab tantangan masa depan dan memberi solusi berbagai persoalan di era digital saat ini. “Karena Generasi Muda yang mampu menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi digital yang saat ini melanda semua segmen kehidupan secara global,” tukas Drs.H Subianto SE, MM, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, dalam Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasila bertema Peran Pemuda dalam Pembangunan Nasional di Era Digital di Desa Bringin Badas Kabupaten Kediri, sabtu (10/12).

Menurut Subianto yang menjabat 3 Periode sebagai Anggota DPRD Jatim itu, pemuda sejak jaman pra kemerdekaan RI sangatlah dominan dan mampu menjadikan gerakan masif untuk membela tanah air hingga Merdeka seperti yang kita nikmati saat ini. Peran aktif pemuda itu juga mampu mempersatukan Nusantara di era kejayaan Kerajaan Majapahit yang dipimpin sang Patih Gajah Mada dalam era Pemerintahan Raja Hayam Wuruk yang sangat terkenal dengan sumpah palapanya itu.

Bahkan saat menjelang Kemerdekaan RI, terbentuk lah Organisasi Pemuda seluruh Indonesia, bangkit melawan kolonial dengan Sumpah Pemuda 1928, bernama Gerakan Budi Utomo Hingga historis mencatat dengan tinta emas, begitu garangnya Sutomo, Bung Tomo, mengobarkan api perjuangan para pemuda bersama masyarakat Indonesia, menggetarkan Dunia saat Peristiwa 10 November 1945 Surabaya dan mampu melawan Sekutu yang sangat ditakuti dunia saat itu. “Betapa pentingnya peran pemuda itu dalam semua sendi kehidupan ini, paling tidak saat ini Pemuda harus menjadi pemimpin di lingkungannya masing-masing, “ tandas Subianto yang terus menyemangati agar pemuda tak hanya menguasai teknologi digital namun pemuda harus memberikan solusi dalam setiap persoalan di masyarakat.

Subianto memberi contoh, kelangkaan pupuk di masyarakat saat ini, para generasi muda yang menguasi ilmu digital dapat mengais ilmu melalui internet tentang produksi pupuk organik atau alami yang dapat diciptakan melalui dedaunan, kompos, pupuk kandang dan sebagainya. Pemuda itu harusnya berinisitaif menciptakan kreativitas dan berinovasi agar tanaman bisa terus berkembang menghasilkan. Tak jarang, generasi milenial ini akan mampu menciptakan pangsa pasar tersendiri melalui penguasaan digitalisasi produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat, karena yang mampu menguasai ilmu digital itu adalah para pemuda.

Para Peserta Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasila, yang kesemuanya kaum Muda, milenial (10/12))

Oleh karena itu, Subianto mengajak semua pemuda agar selalu berkreasi dan tidak apatis terhadap dunia politik dan pembangunan berkelanjutan. Imej Politik itu kotor adalah salah, yang kotor adalah aktor / individunya. Karena, apabila pemuda dapat berperan sebagai pejabat publik, tentu kebijakan demi membangun kesejahteraan masyarakat akan dapat dilakukan.

Anggota Komisi B bidang perekonomian ini, mempersilahkan para pemuda berkreasi dan aktif dalam semua segi kehidupan untuk mandiri dan berpartisipasi dalam pembangunan segala bidang, dimulai dari lingkungannya. Dan bagi kelompok pemuda yang menginginkan bantuan Pemerintah untuk aktivitas positif, Subianto juga akan berusaha merealisasikan semaksimal mungkin. Solutif dan Tepat sasaran.

Langkah Strategis Dan Merealisasikan Bantuan Milyaran

“Begitu pun Peran aktif generasi muda dalam proses transformasi berbagai bidang di negeri ini lewat literasi digital merupakan langkah strategis yang harus segera direalisasikan,” kata Subianto.

Menurut Subianto, generasi Z yang sejak lahir sudah mengenal piawai yang kental dengan teknologi digital, bisa berperan aktif dalam proses peningkatan literasi digital masyarakat, tentunya dibarengi dengan penguatan nilai-nilai luhur kebangsaan yaitu Pancasila dalam prosesnya.

Generasi muda yang melek digital dan dibekali dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat, dapat berperan menjadi agen perubahan dalam proses transformasi untuk mempercepat pencapaian target pembangunan yang telah dicanangkan.

Subianto berharap strategi untuk membentuk generasi muda menjadi agen perubahan lewat partisipasi aktif dalam penguatan literasi digital direalisasikan sejak dini bisa melalui kurikulum dan pola ajar di bangku-bangku sekolah.

Disamping itu, ujar Subianto, secara bersamaan pelibatan komunitas pemuda di lingkungan tempat tinggal dalam penguatan literasi digital masyarakat juga sangat diperlukan agar cakupan melek digital secara konsisten meluas.

Kolaborasi anatara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk membangun literasi digital masyarakat tersebut. Subianto berharap, upaya bangsa ini untuk mengakselerasi pembangunan di sejumlah sektor, bisa direalisasikan.

Dalam mendukung transformasi digital demi masyarakat itu, Subianto saat ini telah merealisasi berbagai bantuan pemerintah untuk kelompok masyarakat yang tersebar di seluruh Kabupaten / Kota Kediri, yang diwakilinya. Totalnya senilai milyaran rupiah. Diantaranya, Bantuan Penguatan Jaringan dan souns system bagi kelompok masyarakat pemuda di Desa Gempol Pesing Purwoasri, Kelompok Masyarakat di Desa Paron Ngasem, Kelompok Fatayat NU Desa Asmorobangun Puncu, Muslimat NU Asmorobangun, NU di Desa Kepung dan Desa Karangdinoyo,. Kepengurusan NU Kabupaten Kediri 2 Mobil telah digelontorkan, serta 9 Mobil untuk Muslimat juga telah tersealisasi. Untuk Fasilitas Umum, jalan rabat, irigasi pengairan, benih ikan, traktor dan alat-alat pertanian, lembaga pendidikan, masjid mushola, dan masih banyak fasilitas umum lainnya, bernilai total milyaran rupiah, juga telah nyata diperjuangkan dan direalisasikan oleh H Subianto. Luar Biasa.

Nara sumber dari Tokoh Muda dan Pengusaha, Yohan Mandala Wicaksono, SE, MM, dalam sosialisasi wawasan kebangsaan dan ideologi Pancasila (10/12).

Pemuda harus Aktif Selektif

Sementara dalam acara Sosialisai Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasila itu, sebagai nara sumber lain adalah Iswahyudi SE, praktisi ekonomi dan konsultan manajemen dari Kediri, serta Yohan Mandala Wicaksono SE, MM pengusaha transportasi dan Tokoh Pemuda Kediri.

Iswahyudi menandaskan bahwa pemuda selalu menjadi sorotan dan obyek teknologi digital saat ini, Sehingga, pemuda dijadikan komoditas, obyek dalam setiap muatan-muatan di internet. Tak jarang konten yang tersedia merupakan informasi bohong atau hoaks, konten negatif yang mampu merusak moral ekspektasi pemuda, hingga hasutan-hasutan pihak tertentu yang menginginkan NKRI ini hancur. “Semua itu harus diwaspadai oleh kita para pemuda, sebaliknya Ilmu pengetahuan terbaru yang kreatif harus diakomodir demi kepentingan masyarakat, membangun bangsa dan negara serta mempertahankan ideologi pancasila yang sangat luhur itu,” katanya.

Sedangkan Yohan Mandala W, menegaskan sebagai pemuda harus aktif, selektif dan kreatif, terlebih di era digital saat ini. Diakuinya, di internet itu banyak sampah, pemuda harus bijak dan menyaring. Karena informasi itu diketengahkan demi kepentingan kelompok atau individunya pembuat konten. Sehingga, hal negatif itu muncul tanpa mengindahkan moralitas dan kualitas informasi itu sendiri. Yang penting untung, begitu prinsip si pembuat konten. Kalau tidak disaring dapat menimbulkan permusuhan, ujaran kebencian, hingga saling membunuh karakter seseorang. Bahkan, kalau tidak hati-hati dalam menggunakan internet akan bersinggungan dengan hukum, UU ITE, yang berujung pada hukuman penjara. “Maka itu, pemuda harus menjadi filter bagi dirinya sendiri dan masyarakat, guna menjawab tantangan situasi global yang serba digital ini,” tandas aktivis NU di Anshor ini berharap agar pemuda selalu bersatu, saling membantu, untuk membangun masyarakat, bangsa dan Negara.

Drs. H Subianto SE, MM, bersama nara sumber Yohan Mandala Wicaksono SE, MM dan Iswahyudi SE, beserta para pemuda milenial / peserta sosialisasi wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasila di Bringin Badas Kediri (10/12)

Acara Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasila itu dihadiri lebih dari 105 peserta, yang kesemuanya adalah para pemuda dan tokoh muda, Anshor, Fatayat NU, Aktivis Mahasiswa dan Pemuda, Karang Taruna dari wilayah pare dan sekitarnya, di Kabupaten Kediri. Semua peserta tampak antusisas, hingga ruangan itu penuh dan terus bergemuruh saat H Subianto mengatakan pertemuan dengan para pemuda akan dilaksanakan berkesinambungan demi mengoptimalkan Peran Pemuda di era digital, demi membangun negeri berdasar Pancasila dalam bingkai NKRI. Jawa Timur…. Bisa …Kediri…. Mandiri…. –(Ajie)-

Load More Related Articles
Load More By Aji Suharmaji
Load More In 01-Kediri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kreativitas Bernilai Spiritual Tinggi dalam Melaspas Peresmian 1000 Candi Nusantara di Banaran Kandangan Kediri

Kediri (MPN) – Spiritual Bermakna. Tak sekedar kreativitas berkehidupan namun pemban…