Home Jawa Timur 01-Kediri Bupati Kediri Mas Dhito Realisasikan Insentif Guru Ngaji Kali Kedua

Bupati Kediri Mas Dhito Realisasikan Insentif Guru Ngaji Kali Kedua

4 min read
0
2
27

Kediri (MPN) – Insentif dan Aspiratif. Para Guru Ngaji TPQ dan Madin di Kabupaten Kediri kini bernafas lega, memperoleh Insentif kali kedua dari Pemda melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Meski belum keseluruhan menikmatinya, karena keterbatasan kuota yang tersedia, insentif ini dapat memacu semangat para guru ngaji untuk lebih aktif dalam membimbing anak-anak untuk mengaji. “Hal ini merupakan bentuk kebijakan dan tanggung jawab Pemerintah, khususnya Bupati Kediri Mas Dhito dalam merealisasikan programnya demi memajukan pembangunan Sumberdaya Manusia, diantaranya melalui pendidikan religi mengaji ini,” tukas Rizky Hamdani, Petugas di Korcam Pare dari LP3MT dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, di Kantor NU Desa Tertek, Pare (18/12).

Menurut Rizky, di Kabupaten Kediri pada tahun 2022 ini telah direalisasikan insentif kepada pembimbing keagamaan untuk anak-anak di semua agama yaitu Islam,Kristen, Katholik, Hindu. Jika dalam agama Islam, dinamakan guru mengaji di TPQ, dan Madin. “Kuota insentif tahun ini hanya diperuntukkan kepada sekitar 7500 orang Guru yang memberikan bimbingan religi, atau mengaji. “Itupun diberikan kepada semua agama dan merata di seluruh Kabupaten Kediri,” katanya.

Para Guru Ngaji di Kecamatan Pare yang memperoleh Insentif Pemda melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, sedang berkumpul di Kantor NU Desa Tertek, sedang berproses membuka Rekening Bank Jatim (18/12)

Pembagian Berdasar Rasio Muridnya

Sedangkan, khusus Agama Islam di wilayah Kecamatan Pare, insentif dari Pemda melalui dinas Pendidikan itu diberikan kepada sekitar 350 orang guru mengaji di TPQ dan Madrasah Diniyah (Madin). Rasio pembagiannya adalah Insentif diberikan kepada 1 Guru Ngaji yang mengajar 28 anak di TPQ, serta 1 Guru yang mengajar 30 murid di Madin. Sehingga pada setiap lembaga, akan memperoleh kuota 2 guru atau lebih berdasarkan besarnya jumlah murid. “Oleh karena itulah, tidak semua guru yang diajukan akan memperoleh insentif semua, melainkan sesuai dengan kriteria rasio jumlah murid tersebut,” tandas Rizky.

Untuk besaran nilai insentif adalah Rp.100 ribu per bulan, dan diterimakan sekali dalam setahun melalui Rekening Bank Jatim, sebesar Rp. 1.200.000,- (Satu Juta dua ratus ribu rupiah).  Tahun 2022 ini merupakan yang kedua kali, Insentif kepada para guru ngaji itu direalisasikan oleh Pemda melalui dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Sedangkan realisasi insentif yang pertama, dilaksanakan pada akhir tahun 2021 lalu. Karena Mas Dhito menjabat Bupati, masih 2 tahun berjalan ini. Realisasi Insentif kepada para guru ngaji ini ditangani oleh LP3MT dibawah naungan Dinas Pendidikan. Sedangkan LP3 MT menugaskan orang di setiap kecamatan di Kabupaten Kediri, untuk melakukan pendataan serta meneliti berbagai data lembaga yang disetorkan, serta membantu proses penanganan insentif  hingga terealisasi, termasuk pembukaan rekening masing-masing guru yang memperoleh insentif, hingga cair langsung masuk rekening Bank Jatim. –(Ajie) –

Load More Related Articles
Load More By Aji Suharmaji
Load More In 01-Kediri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kreativitas Bernilai Spiritual Tinggi dalam Melaspas Peresmian 1000 Candi Nusantara di Banaran Kandangan Kediri

Kediri (MPN) – Spiritual Bermakna. Tak sekedar kreativitas berkehidupan namun pemban…