Home Global Usai Tembak Massal saat Imlek di AS, Pelaku Bunuh Diri

Usai Tembak Massal saat Imlek di AS, Pelaku Bunuh Diri

4 min read
0
0
10
Lokasi penembakan massal saat Imlek di AS (AFP/ROBYN BECK)

California (MP) – Huu Can Tran, pria berdarah Asia yang diidentifikasi sebagai pelaku penembakan maut saat perayaan Tahun Baru Imlek di Monterey Park, California, Amerika Serikat (AS), ditemukan dalam keadaan tewas. Pelaku yang sebelumnya kabur kini dilaporkan tewas, karena bunuh diri.

Dilansir BBC, Senin (23/1/2023), polisi mengatakan bahwa pelaku menembak dirinya sendiri dalam sebuah mobil van warna putih yang telah dikepung aparat sejak beberapa jam sebelumnya. Mobil van tersebut diduga dicuri oleh pelaku.

Tersangka dalam penembakan di Monterey Park – sekarang tewas – telah diidentifikasi sebagai Huu Can Tran, pria Asia berusia 72 tahun. Identitas pelaku ini baru saja diumumkan oleh LA County Sheriff Robert Luna.

Sheriff Luna mengungkapkan, polisi yang mengikuti van putih itu mendengar satu tembakan dari dalam. Setelah sekitar 90 menit, polisi memasuki van dan menemukan tersangka tewas akibat tembakan yang dilakukan sendiri.

Namun, hingga kini motif penembakan massal itu belum diketahui.

Sebuah senjata ditemukan di lokasi Alhambra tempat pelaku pergi setelah melakukan penembakan. Senjata tersebut adalah pistol serbu semi-otomatis.

Rekaman udara menunjukkan detik-detik penyergapan itu. Van pelaku itu terparkir di sebuah tempat parkir. Tiga kendaraan lapis baja atau BearCats tampak mengepung van itu.

Sepuluh petugas bersenjata berat terlihat mendekati mobil van pelaku. Mereka kemudian memecahkan jendela samping penumpang untuk masuk.

Sebelumnya, penembakan massal terjadi di di Monterey Park, California, AS, terjadi saat malam Imlek. 10 orang dilaporkan tewas dalam penembakan maut itu.

Kisah Heroik

Ada kisah heroik di balik penembakan brutal saat perayaan malam Tahun Baru Imlek di Klub Dansa Star Ballroom Dance Studio, Monterey Park, Los Angeles, California, Amerika Serikat, Sabtu (21/1/2023) malam tersebut.

Dua orang pengunjung sempat berjibaku dengan pelaku, Huu Can Tran, yang hendak melepaskan tembakan di tempat berbeda. Aksi kedua orang itu berhasil menghindari potensi jatuhnya korban lebih banyak lagi. Penembakan tersebut menewaskan 10 orang dan melukai 10 lainnya.

Sheriff Los Angeles County Robert Luna mengatakan, Tran masuk klub dansa lainnya, Lai Lai Ballroom & Studio, sambil membawa senapan mitraliur semi-otomatis. “Saya bisa beri tahu Anda, pelaku masuk sana, mungkin dengan maksud untuk membunuh lebih banyak orang,” kata Luna, dikutip dari New York Post, Senin (23/1/2023).

Dua orang di dalam Lai Lai Ballroom & Studio langsung merebut senjata dari pria 72 tahun tersebut hingga terjadi perkelahian. “Dia dilucuti dua anggota masyarakat yang saya anggap sebagai pahlawan karena menyelamatkan nyawa. Ini bisa saja jauh lebih buruk,” ujarnya.

Penyelidik menemukan senapan mitraliur di lokasi tersebut. Menurut Luna, senjata itu tampaknya didapat pelaku secara ilegal. “Dua anggota masyarakat pemberani memutuskan mereka bertindak dan melucuti senjatanya, Mereka berhasil mengambil senjata dan pelaku melarikan diri,” ujarnya.

Kedua pahlawan itu tak disebutkan identitasnya. Sementara itu Tran bunuh diri saat akan ditangkap di Torrance, California. Polisi setempat melihat kendaraan yang digunakan pelaku beraksi yakni van putih. Petugas mendengar satu kali tembakan dari dalam kendaraan pada Minggu pagi.(ine, det/tit)

  • Menhan AS Bakal Bantu Taiwan dari Invasi China

    Washington DC (MPN) – Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin …
Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Bupati Sidoarjo Berpeluang Jadi Tersangka Pemotongan Dana ASN

Bupati Sidoarjo …