Home Jawa Timur 01-Kediri Inovatif kreatif kopi sebagai komoditi bisnis bisa capai harga 250 ribu per kilogram

Inovatif kreatif kopi sebagai komoditi bisnis bisa capai harga 250 ribu per kilogram

17 min read
0
0
153

Kediri (MPN) – Kreativitas Mahal. Berkat sentuhan pemikiran kreatif dan langkah inovatif, biji kopi yang berharga Rp. 30 ribu per kilogram, bisa melejit capai harga Rp. 150 ribu hingga Rp. 250 ribu per kilogram. Luar biasa. “Hal inilah merupakan terobosan baru inovatif yang tak hanya professional, namun skill keahlian itu sangat solutif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani kopi di Indonesia,” ujar Wuliyono, praktisi dan produsen premium coffee Selo Atap Participant Indonesia Premium Coffee Expo & Forum 2022, sebagai Pemateri Narasumber dalam Seminar Kopi 2023 di BLK Widya Mandala Nusantara, minggu (5/2).

Menurut Wuliyono, Kopi yang dibudidayakan dan dipanen masyarakat mengalami pasang surut harga yang berakibat pada penghasilan tak menentu di masyarakat sejak dulu hingga kini. Namun, itu dapat diatasi bila kita dapat mengolah, memilah dan memproses biji kopi agar mencapai harga fantastis mencapai Rp.150 ribu hingga Rp.250 ribu di pasaran. “Betapa tidak, Karena melalui Skill yang kita miliki, biji kopi tersebut dapat kita proses menjadi sebuah produk biji kopi yang ekslusif dan mahal delapan kali lipat dari harga sewajarnya di pasar umum,” tukasnya. Bahkan, bila mampu menyeduh dengan benar dan professional, secangkir minuman kopi asli tanpa gula, menumbuhkan rasa nikmat tiada tara dan berlipat-lipat harganya ketimbang pada umumnya. Sangat menguntungkan dan prospektif.

Pemateri narasumber memperoleh Sertfikat Panitia dalam seminat Kopi di BLK Widya Mandala Nusantara Putuk Banaran Kandangan,minggu (5/2).

Sang Jawara 1 Cita Rasa Kopi Kediri 2019 ini menjelaskan, untuk mencapai standar harga tinggi itu tak lepas dari berbagai cara teknik yang mesti dilakukan para petani dan masyarakat bila menginginkan hasil panen kopi bisa memenuhi kriteria Biji Kopi berkualitas dengan harga selangit itu. Berbagai proses harus dilaluinya. Idealnya ditanam di kontur tanah berketinggian 600 m Dpl ke atas. Kemudian mulai dari pembibitan, perawatan tanaman,pemanenan pemilihan petik merah, sortasi, penjemuran, pengolahan, penggorengan, packaging, hingga penyajian. “Semua harus diperhatikan dan dilaksanakan dengan teliti dan telaten,” kata Wuliyono bersemangat.

Budidaya Kopi yang Baik dan Benar

Dijelaskan, para petani dan masyarakat herus memahami detail tentang cara budidaya kopi yang baik dan benar demi mencapai hasil kopi berkualitas dan sensasional dengan harga mencapai Rp. 4 juta per kilo untuk produk ekspor dan Rp.300 ribu – Rp. 400 ribu per kilo untuk konsumsi lokal. Pertama, Memilih Jenis Biji Kopi. Kopi termasuk tanaman tahunan, butuh puluhan tahun untuk bisa diproduksi, tepatnya 20 tahun. Maka, pemilihan bibit tidak boleh sembarangan, karena sekali memilih, tidak bisa diganti lagi.

Terdapat banyak sekali jenis kopi, namun paling terkenal hanya empat jenis, yaitu:

a) Kopi Arabika, yaitu jenis yang paling diminati karena rasanya paling nikmat dibanding jenis lainnya. Buah kopi arabika akan berwarna merah terang saat matang. Rendemen atau persentase produk akhir dan hasil panennya sekitar 18% sampai 20%. b) Kopi Robusta, jenis kopi yang populer di Indonesia, karena bisa dipanen lebih cepat. Bentuk buah nya membulat dan akan berwarna merah cenderung gelap saat matang. Rendemennya juga lebih tinggi, yaitu sekitar 22% namun dengan harga yang lebih murah dari arabika, c) Kopi liberika Dibanding dua jenis lainnya, liberika masih kalah pamornya. Akan tetapi, kopi ini bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah. Ukuran buahnya cenderung tidak rata dan memiliki rendemen sekitar 12% (sangat rendah), d) Kopi Excelsa adalah jenis yang cukup kuat karena tahan pada kekeringan dan bisa tumbuh subur di mana saja. Baik dataran rendah, dataran tinggi, maupun lahan gambut. Kulit buahnya lembut, bisa dikupas dengan mudah, sejak tahun 2006 excelsa diklasifikan sebagai bagian dari jenis liberika.

Biji Kopi usai dipanen, dipilah dan diproses untuk menjadi komuditas Bisnis profesional dan menjanjikan (5/2).

Kedua, Menyeleksi Calon Benih Kopi. Biji calon benih kopi yang baik  diantaranya, berasal dari tanaman induk yang sudah terbukti menghasilkan buah berkualitas. Maka, harus memastikan tanaman induk nya sehat dan tahan pada serangan hama penyakit, diupayakan tanaman induknya harus yang berasal dari hasil persilangan pertama alias F1, memastikan calon benih merupakan buah sudah masak agar cadangan nutrisinya banyak sehingga cukup sampai proses perkecambahan nanti, memilih yang mulus, tidak cacat dan berukuran normal.

Usai menyeleksi buah kopi yang berkualitas, melanjutkan ke tahap pembenihan. Langkah-langkah itu sebagai berikut, 1) Masukkan buah yang sudah diseleksi ke dalam karung goni, 2) Kemudian rendang karung goni ke dalam air sampai basah seluruhnya, 3) Mengangkat karung dan injak-injak. Proses ini akan membuat kulit buah terkelupas secara mudah, 4) Cuci biji kopi sambil digosok dengan abu supaya lendirnya hilang, 5) Rendam biji kopi di dalam air sekali lagi. Jika ada biji yang mengapung, sebaiknya buang saja karena dalam biji tersebut sudah tidak ada kandungan sel benih, 6) Pilah biji yang berukuran hampir seragam dan buang yang ukuranya terlalu besar maupun terlalu kecil, 7) Pastikan biji kopi yang sudah dipilah bentuknya sempurna serta tidak cacat, 8) Anginkan biji selama 1 sampai 2 hari untuk mengeringkannya. Hindari menjemur biji di bawah sinar matahari langsung. Dapat melindunginya dengan paranet atau dalam green house, agar bau deraneka polusi tidak masuk dari luar, 9) Bila sudah kering, rendam biji ke dalam larutan anti jamur (larutan fungisida) selama 5 menit. Jangan lupa, pastikan dosis dan aturan pakainya sudah sesuai dengan yang ada di dalam kemasannya, 10) Simpan biji di tempat yang gelap, sejuk, dan kering jika tak ingin langsung digunakan. Sayangnya, kalau tak langsung digunakan, kualitas benih bisa menurun. Bahkan kalau lebih dari 6 bulan, persentase biji yang berhasil tumbuh hanya 60%-70%. Sedangkan kalau langsung disemaikan, peluang tumbuhnya bisa sampai 90%-100%.

Ketiga, Proses penyemaian biji. Penyemaian, meliputi tahap, 1) Pilih dulu lokasi persemaian yang berada di bawah pohon, 2) Setelah tempatnya cocok, buat bedengan selebar 1 meter atau bisa juga disesuaikan dengan kondisi lahannya, 3) Lapisi dengan menggunakan pasir halus dengan tebal 5 cm – 10 cm, 4) Taburkan furadan untuk mencegah munculnya jamur, kalau tidak bisa dengan menggunakan larutan fungisida secukupnya, 5) Tanamkan biji kopi hasil seleksi dengan posisi berbaris ke bedengan. Kedalamannya cukup 0,5 cm – 1 cm, 6) Buat larikan secara rapi dengan jarak tanam 3 cm x 5 cm, 7) Pastikan bagian punggung biji menghadap ke atas saat dibenamkan, 8) Jika kamu ingin mempercepat proses perkecambahan, kamu bisa melepas bagian kulit tanduk. Cara ini sudah banyak digunakan oleh petani-petani kopi di Indonesia, 9) Letakkan alang-alang atau potongan jerami hingga menutupi bedengan supaya kelembabannya terjaga, 10) Siram bedengan pada pagi dan sore hari secara teratur sambil terus dipantau perkembangannya. Biasanya biji kopi akan mulai berkecambah saat menginjak umur 4-8 minggu jika ditanam di dataran tinggi yang hawanya sejuk. Sedangkan di dataran rendah, biji dapat berkecambah lebih cepat, yaitu sekitar 3-4 minggu. Jika sudah ada dua lembar daun, itu berarti benih sudah memasuki fase kepelan atau berumur 2-3 bulan. Nah jika sudah berada dalam fase ini, benih dipindahkan ke media polybag.

Keempat, Menyiapkan Lahan untuk Menanam. Di lahan diupayakan terdapat tanaman peneduh karena dapat berfungsi sangat penting, yaitu mengatur intensitas sinar matahari yang masuk, karena kopi tidak memerlukan sinar matahari yang penuh dan intens. Untuk jenis pohon peneduhnya, bisa menggunakan pohon sengon, dadap atau lamtoro. Daun-daun yang jatuh dari pohon ini dapat menjadi pupuk kandang bagi benih tanaman kopi. Selain itu harus memeriksa tingkat keasaman (pH) tanah. Pastikan pH-nya sudah sesuai dengan jenis kopi yang akan ditanam. Untuk kopi arabika, pH yang baik berkisar antara 5 – 6,5 dan 4,5 – 6,5 untuk kopi robusta.

Kelima, Memindahkan Kopi ke Polybag. Keenam, Memindahkan Bibit ke Lahan.  Ketujuh, Proses Penyiraman. Kedelapan, Proses Penyiangan. Kesembilan, Proses Penyelaman. Kesepuluh, Proses Pemupukan. Kesebelas, Memanen Kopi. Keduabelas, Mendistribusikan hasil panen kopi.

Peserta seminar berjumlah 20 orang itu tampak serius mengikuti Seminar Kopi di BLK Widya Mandala Nusantara Putuk Banaran Kandangan, minggu siang (5/2)

Peserta Apresitaif dan Komoditi Bisnis

Seminar Kopi di BLK Widya Mandala Nusantara ini baru pertama dilaksanakan, dan belum memasyarakat. “Seperti asing, padahal sebenarnya potensi Kopi itu sangat besar, untuk menciptakan peluang usaha baru di Indonesia, serta meningkatkan kesejahteraan para petani serta para pedagang minuman Kopi di warung-warung tradisional maupun café-café modern atau Coffe Shop,” tukas Doni Krismantoro ST, penyelenggara sekaligus Ketua Panitia Acara Seminar.

Diikuti oleh 20 peserta, Dipersembahkan secara Gratis, bahkan peserta memperoleh Sertifikat, snack, tester kopi. Seminar Kopi ini sangat apresiatif, inovatif dan interaktif.  Pasalnya, acara yang dipandu 2 narasumber, Wuliyanto dan Rujianto,, ini mendapatkan tanggapan, pertanyaan dari mayoritas peserta seminar yang didominasi para generasi muda yang enerjik pria wanita. Bahkan, Hary peserta eksklusif dari SLB Raharja Sejahtera Kandangan yang ditemani Renny Kusuma Wardhani SPd kaseknya, juga bertanya tentang Jenis-jenis kopi yang harus dibudidayakan masyarakat awam seperti dirinya. Kedua peserta cewek cantik mampu menghiasi suasana Seminar karena melontarkan pertanyaan kreatif kopi dan peluang besar dalam usaha Coffe Shop. “Sasaran Seminar ini memang para pemuda, agar belajar berinovasi guna mengembangkan Usaha Kopi secara mandiri dan professional,” tambah Bayu Dwi Atmoko, Alumnus ISI Denpasar, sebagai panitia seminar dan pengusaha Coffe Shop di Kandangan.

Hary salah satu peserta dari siswa SLB Raharja Sejahtera Kandangan dan Renny Kusuma Wardhani SPd kaseknya, sedang menerima sertifikat Seminar Kopi dari panitia, minggu siang (5/2)

Dalam seminar juga dipraktekkan tentang bagaimana memproses biji kopi pilihan menjadi bubuk, sebagai tester kemudian diseduh dengan air panas dibawah 90 derajad. Dalam gelas kopi diseduh tanpa gula dengan cara memutar dalam gelas dan didiamkan sekitar 5 menit hingga meleram ampasnya, baru diminum dalam keadaan hangat. Sungguh nikmat.

Kopi adalah salah satu produk pertanian andalan Indonesia dalam urusan ekonomi, di level daerah maupun nasional. Berdasar Data BPS, budidaya kopi di Indonesia pada 2021 menghasilkan 774,60 ribu ton kopi, dan tentu awal 2023 ini meningkat cukup signifikan. Petani kopi di Indonesia hampir menyebar di seluruh provinsi. Apalagi, keberadaan kedai kopi juga menjamur di berbagai kota di banyak daerah. Mayoritas kedai kopi ini memanfaatkan produk petani lokal.Potensi ekspor kopi juga tak kalah besar. Maka keberlanjutan Seminar ini menjadi solusi praktis dan menyemangati para peserta, generasi muda khususnya, serta masyarakat umum untuk terus berupaya menangani kopi sebagai komoditi bisnis yang professional dan menjanjikan. – (Ajie) –

Load More Related Articles
Load More By Aji Suharmaji
Load More In 01-Kediri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Berprestasi Berkesan dan Tak Terlupakan SDN Kandangan 1 Kabupaten Kediri

Acara Pelepasan Siswa-siswi kelas VI SDN Kandangan 1 Kediri (8/6) …