Home Nasional Masuki Abad ke 2, NU Komitmen Kembali ke Khittah

Masuki Abad ke 2, NU Komitmen Kembali ke Khittah

11 min read
0
0
9
Satu Abad NU di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/2/2023)

SIDOARJO (MPM) – Hari lahir 1 abad Nahdlatul Ulama (NU) digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 7 Februari 2023. Panitia mengundang seluruh partai politik dalam gelaran akbar tersebut. Undangan ini selaras dengan tekad NU untuk kembali ke khittah.

NU tidak ingin berafiliasi dengan partai politik tertentu, tidak dukung-mendukung ke capres dan segala macam bentuk politik lainnya.

Sikap tegas itu, berkali-kali dikumandangkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf.

Pria yang akrab disapa Guh Yahya ini berulang kali mengingatkan kepada nahdliyin baik struktural maupun kultural jangan menjadikan NU sebagai identitas politik. Apalagi bagi mereka yang baru saja atau tiba-tiba mengaku bagian dari NU tanpa jejak rekam yang jelas.

Gus Yahya meminta kepada setiap bakal capres, calon kepala daerah hingga legislatif untuk berani menunjukkan jejak rekam dan prestasi saat berkampanye. Alih-alih menggunakan nama besar NU yang rawan ternodai bila digunakan sebagai alat kampanye.

Sementara itu, Ketua panitia hari lahir 1 abad Nahdlatul Ulama Zannuba Ariffah Chafsoh atau akrab dipanggil Yenny Wahid mengatakan semua partai politik diundang menghadiri puncak peringatan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar itu di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 7 Februari 2023. Ihwal alasan mengundang semua parpol, kata Yenny, karena usia NU lebih tua dari Republik Indonesia.

Sehingga, menurutnya, NU punya kepentingan besar bahwa semua kebijakan politik yang dihasilkan mengacu pada cita-cita organisasi yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari itu. “Nilai-nilai yang diusung bangsa ini kami harapkan selaras dengan cita-cita kita bersama, yakni negara yang merdeka, sejahtera, dan aman untuk beraktivitas dan beribadah,” tutur Yenny Wahid di sela-sela Muktamar Internasional Fikih Perdaban 1, Hotel Shangri-La, Surabaya, Senin, 6 Februari 2023.

Semua cita-cita itu, kata Yenny, harus disuarakan lewat mekanisme politik yang salurannya melalui partai politik. Dari situ NU ingin mempengaruhi semua partai politik agar nilai-nilai yang mereka usung sesuai dengan pemikiran dan visi NU tentang bangsa dan negara Indonesia.

NU, kata Yenny Wahid, selalu memainkan peran politik kebangsaan. Hal itu juga selaras dengan penegasan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) bahwa kendati punya massa besar namun organisasinya tidak akan mengusung kandidat calon presiden mewakili lembaga.

Sebagai sebuah institusi, ujar Yenny, NU tidak akan mencalonkan tokoh tertentu sehingga ketika ada dukungan pada pemilu presiden, sifatnya orang per orang atau per individu. “Sehingga calon tersebut tidak bisa disebut mewakili  jamiyah atau lembaga NU. Politik praktis tak boleh menyangkut pautkan dengan NU,” kata Yenny.

Yenny Wahid tak menutup mata bahwa potensi kader-kader NU luar biasa banyak dan besar. Ia mengklaim kader yang punya kapabilitas dan kemampuan untuk berperan di lini-lini strategis negara ini sangat banyak. “Contohnya, wakil presiden dari NU enggak apa-apa. Tapi NU tidak melakukan peran politik praktis,” ujarnya.

Disinggung soal dukungan Partai Solidaritas Indonesia yang mencalokan dia berpasangan dengan Ganjar Pranowo untuk maju dalam pilpres mendatang, Yenny Wahid mengaku tidak tahu menahu tentang manuver partai tersebut. “PSI mendeklarasikan sendiri, saya tidak diberitahu,” ujar Yenny.

Sementara itu Gus Yahya mengatakan telah bermunajat meminta pertolongan Allah SWT agar puncak peringatan 1 Abad NU dinaungi keselamatan sehingga berjalan dengan lancar. Gus Yahya berujar sejauh ini persiapan-persiapan yang dilakukan panitia selama rangkaian proses peringatan harlah tidak mengalami kendala berarti.

“Kendalanya boleh dibilang tidak ada sama sekali. Tinggal kita berharap semoga kegiatan besok diberi kelancaran dan keberkahan oleh Allah SWT,” kata Gus Yahya.

Seremonial

Puncak peringatan Resepsi 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, dihadiri Presiden Jokowi, dan sejumlah menteri kabinet, serta elit politik.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan harapannya kepada Nahdlatul Ulama (NU) yang memasuki usia abad kedua. Jokowi berharap NU terdepan dalam membaca pergerakan zaman, yakni teknologi dan transformasi ekonomi.

“Di tengah gelombang perubahan, NU harus terdepan dalam membaca gerak zaman, membaca teknologi dan transformasi ekonomi, dan menjaga tatanan sosial yang adil dan beradab,” kata Jokowi saat membuka resepsi 1 abad NU di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/2/2023).

“Saya berharap lembaga pendidikan di NU agar mempersiapkan nahdliyin-nahdliyin muda yang menguasai iptek terbaru, menguasai teknologi digital yang berkembang pesat, dan mampu menjadi profesional-profesional yang unggul,” imbuhnya.

Jokowi juga berharap NU memberi perhatian khusus kepada anak muda. Jokowi berharap agar generasi yang akan datang tetap mengedepankan tradisi dan adab.

“Selain itu, saya berharap NU merangkul dan memberi perhatian serius kepada generasi muda agar tetap mengakar kuat kepada tradisi dan adab ahlul sunnah wal jamaah, dan terus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelasnya.

Jokowi mendoakan agar momentum perayaan ini jadi bukti kebangkitan baru NU. Dia mengatakan NU diharapkan bisa memperkuat keislaman Indonesia.

“Semoga momentum abad kedua NU ini menjadi penanda kebangkitan baru NU, memperkokoh keislaman dan keindonesiaan, meningkatkan kesejahteraan umat, serta membangun masa depan Indonesia yang maju dan bermartabat,” pungkasnya.

Suasana acara Satu Abad NU di Sidoarjo, Selasa (7/2/2023).

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dalam sambutannya menyatakan sejumlah makna peringatan satu abad NU. “Warga Nahdlatul Ulama, pencinta Nahdlatul Ulama yang aku cintai, selamat datang di abad kedua Nahdlatul Ulama!” tutur Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf kepada seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (7/2/2023).

Gus Yahya juga melontarkan ucapan selamat datang ke abad kedua NU kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi selaku pemimpin negeri, para kyai dan ulama, serta untuk seluruh dunia.

“1 Abad ini adalah 1 abad riyadoh, 1 abad tirakat dari wali-wali, dari para kyai, dari segenap warga pencinta Nahdlatul Ulama yang dalam keadaan apapun tidak pernah berhenti meyakini bahwa berkah Nahdlatul Ulama adalah bekal yang lebih mulia bagi kita semua,” jelas dia.

1 Abad Nahdlatul Ulama, lanjutnya, adalah teruntuk mereka yang tidak pernah berhenti meyakini bahwa Indonesia adalah tanah yang dilimpahi ridha dan berkah Allah untuk menjadi titik tolak masa depan yang lebih mulia bagi umat manusia, yang tidak pernah berhenti meyakini bahwa dalam keadaan apapun pertolongan Allah akan senantiasa ada.

“Tirakat 1 abad menjelma berkah, mendigdayakan Nahdlatul Ulama. Hari ini kita melangkahkan kaki memasuki gerbang abad kedua Nahdlatul Ulama, tidak ada yang lebih patut kita lakukan pada kesempatan seperti ini selain bersyukur kepada anugerah Ilahi,” Gus Yahya menandaskan.

Ratusan ribu bahkan mungkin jutaan umat Nahdlatul Ulama (NU) memadati kawasan Stadion Delta Sidoarjo, Selasa (7/2) pagi. Mereka yang tidak tertampung untuk masuk ke Stadion Delta pun rela menggelar tikar di sepanjang jalan di sekitar area stadion.

Dari pantauan di sekitar lokasi, jalan raya menuju arah stadion sudah dipenuhi kendaraan para jemaah.

Bahkan, aktivitas di jalan raya utama Sidoarjo sudah tidak bisa bergerak. Penuh sesak kendaraan para jemaah yang terparkir. Dari dalam stadion, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara, Wapres Ma’ruf Amin, Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan mantan Wapres Jusuf Kalla sudah tampak hadir memenuhi undangan Harlah I Abad NU ini. (det/sin/tit)

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Bupati Sidoarjo Berpeluang Jadi Tersangka Pemotongan Dana ASN

Bupati Sidoarjo …