Home Jawa Timur 01-Kediri Warga Sukorejo Desa Kepung Benahi Sendiri Jembatan Besar Meski Kepala Desanya Seolah Tak Perduli

Warga Sukorejo Desa Kepung Benahi Sendiri Jembatan Besar Meski Kepala Desanya Seolah Tak Perduli

7 min read
0
1
413

Kediri (MPN) – Reaksi Handarbeni. Warga Masyarakat Dusun Sukorejo Desa Kepung Kabupaten Kediri Benahi sendiri Jembatan Besar yang ambrol berkedalaman 7m di Jalan Utama. Hal itu cepat dilakukan warga, meskipun Kepala Desa Kepung seolah tidak perduli. “Kita lakukan ini total secara swadaya masyarakat, karena telah lama hingga sebulan kami melaporkan dan mengajukan ke Kepala Desa tidak memperoleh jawaban yang pasti. Seolah tak perduli. Padahal kondisi sangat darurat, jalan sudah ambrol hingga 7m memakan separuh badan jalan utama, sehingga sangat membahayakan warga yang melintas,” tukas Musidi Arrosyid, Kasun Sukorejo pada senin siang (13/3) di Sukorejo. Maka itu, akhirnya warga dan para tokoh masyarakat handarbeni, berkomitmen mulai membangun kembali secara cepat dan mandiri.

Kondisi Badan Jembatan Bolong, sebelum ambrol (25/2)
Kondisi Badan Jembatan yang ambol pada 26 Februari dan mulai dibenahi (3/3).
Mulai Pengecoran oleh Warga Masyarakat Dusun Sukorejo dan Purworejo (4/3)

Menurut Musidi, pembenahan jembatan ambrol ini telah berjalan 10 hari, serta diperkirakan selesai seminggu lagi. Namun, hingga penulisan ini diturunkan, Kepala Desa Kepung Hj Ida Arief SH, tak pernah mengunjungi lokasi jembatan yang dibangun itu. “Perangkat Desa lain, khususnya Kepala Desa belum pernah melihat kesini selama dibangun, apalagi mencarikan solusi anggaran untuk membangun kembali jembatan yang ambrol ini. Padahal ini semula diperkirakan menelan anggaran 25 juta saja, telah mengembang menjadi 40 juta,” ujarnya.

Dijelaskan, sejak awal, tepatnya 25 Februari tanah pemangku jalan yang menyambung Jembatan utama itu sudah bolong dibawah akibat gerusan air hujan deras yang mengalir ke sungai. Saat itu Warga bersama Kasun Sukorejo telah melaporkannya didukung bukti foto kepada Kepala Desa, tapi belum direspon atau dilihat di lokasi. Sehari kemudian, 26 Februari, kondisi ambrol hingga memakan separuh badan jalan. “Sangat membahayakan warga yang melintas, kami melaporkannya lagi ke Kepala Desa agar segera dapat ditangani. Katanya musibah itu diteruskan ke Dinas Pengairan. Namun, hingga 1 bulan berikutnya solusi itu belum kunjung ada. Akhirnya, warga masyarakat bersepakat membenahinya secara mandiri, swadaya untuk membangunnya,” tandas Musidi yang juga bekerjasama dengan Dusun Purworejo melalui Kasunnya.

Diketahui bahwa Jalan Jembatan tersebut merupakan jalan utama Desa Kepung yang menghubungkan antara Dusun Sukorejo dan Dusun Purworejo, menuju Ibukota Kecamatan, Pasar dan Pusat Bisnis Kota Kepung. Bila Tak melalui Jalur itu, masyarakat Sukorejo akan memutar ke barat melalui Jembatan yang juga mengkhawatirkan, atau melewati arah timur memutar yang jalurnya lebih jauh lagi, menuju kota.

Renovasi Pemangku jalan jembatan besar yang ambrol di Dusun Sukorejo Desa Kepung Kediri, menelan biaya lebih Rp.40 juta, dilakukan secara swadaya murni masyarakat Dusun Sukorejo dan Dusun Purworejo, dibantu donatur seperti H Subianto anggota DPRD Jatim dan donatur lain (13/3)

Warga Bertekad Menyelesaikan Renovasi Jembatan

Dalam renovasi jembatan ini, setiap KK, warga Dusun Sukorejo itu sepakat menyumbang Rp.30 ribu dan sukarela berupa Semen dan bahan bangunan lain. Keperdulian Warga Dusun Sukorejo ini didukung oleh warga Dusun Purworejo. “Namun 90 persen kebutuhan material dan sebagainya berasal dari warga Dusun Sukorejo dan beberapa donatur yang perduli seperti Pak Yahudi selaku Tokoh Masyarakat dan Pak H Sibianto sebagai Wakil Rakyat di Dewan Provinsi, juga perduli,” ucap Musidi yang diangguki banyak warga di lokasi Jembatan dibangun itu.

Sementara itu, Kades Desa Kepung ketika dikonfirmasi di Kantornya tak mau menemui. Melalui, Plt Sekdes Supriyadi, menyampaikan bahwa Kasun Sukorejo belum laporan tentang pembangunan tersebut. “Pak Kasum belum Laporan,” ungkap Supriyadi. Dikatakan, terkait musibah itu pihak Desa Kepung telah melaporkannya ke Dinas Pengairan. Dan APBDes sudah diketok tidak bisa dirubah, kalaupun memasukkan anggaran ke Desa berarti baru bisa dicanangkan untuk tahun depan.

Pembangunan Renovasi Jembatan di Dusun Sukorejo dilaksanakan secara Swadaya Masyarakat Dusun Sukorejo dan para donatur lain (13/2)

Mengingat betapa urgen-nya jalan jembatan yang dilalui masyarakat, serta kondisi yang sangat membahayakan, akhirnya masyarakat Dusun Sukorejo yang didukung warga Dusun Purworejo, melakukan kerja bhakti bersama yang juga dihadiri Babinsa Koramil Kepung, untuk membangun kembali Badan Jembatan yang ambrol itu. “Dengan swadaya masyarakat sekuat tenaga, kami mengupayakan pembenahan jembatan itu demi kelancaran lalu lintas perjalanan serta peningkatan ekonomi warga,” pungkas Wasidi diamini banyak warga yang terus bertekad menyelesaikan pembangunan hingga tuntas meskipun Kepala Desanya hingga kini belum ke lokasi. – (Ajie) –

Load More Related Articles
Load More By Aji Suharmaji
Load More In 01-Kediri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pertahankan Martabat Kepengurusan HPK

Malang (MPN) – Berjatidiri Eksis. Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) Terhadap Tuha…