Home Jawa Timur 01-Kediri Nitisastro Pancawida Guru Rupaka di Odalan Pura Wahyu Tri Bhuana Desa Slumbung

Nitisastro Pancawida Guru Rupaka di Odalan Pura Wahyu Tri Bhuana Desa Slumbung

8 min read
0
2
116

Kediri (MPN) – Niti dan Toleransi. Umat Hindu Desa Slumbung dan sekitarnya adakan perayaan Odalan yang bertempat di Pura Wahyu Tri Bhuana Desa Slumbung Kecamatan Kandangan Kediri. Rabu Petang (5/4). “Odalan atau Hari Ulang Tahun Pura, merupakan upacara pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa pada hari yang ditetapkan sesuai dengan hari disucikannya bangunan suci tempat diselenggarakannya upacara odalan dimaksud,” tukas Yuliono Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kandangan..

Menurut Yuliono, tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menghaturkan pujawali ke hadapan Ida Sang yang Widhi Wasa atau Tuhan Yang maha Esa sebagai wujud rasa bakti umat sedharma kepadaNya. Upacara ini berlangsung hikmat, karena pura sebagai tempat suci berfungsi untuk melakukan pemujaan dan berbakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Maka itu pura menjadi tempat orientasi pembentukkan moral umat Hindu dan pura dibangun berdasarkan niat suci dan ketentuan-ketentuan yang mengutamakan niat kesucian itu pula,” ujarnya.

Para umat Hindu di Kecamatan Kandangan sedang melakukan Upacara Odalan, hari Ulang Tahun Pura Wahyu Tri Bhuana Desa Slumbung, sebagai tempat suci pemujaan kepada Sang Hyang Widi Wasa, rabu petang (5/4).

Pura Wahyu Tri Bhuana Desa Slumbung tengah berusia 22 tahun, berdiri sebagai tempat suci untuk sembahyang, pemujaan, sejak tahun 2001. Keberadaannya di lingkungan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi umat beragama, karena lokasi Pura berdampingan dengan Musholla Nurul Iman dan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW). Sehingga ketika berbagai kegiatan perayaan di masing-masing rumah Ibadah tersebut, masing-masing umat diundang untuk menyaksikan, menghormati kegiatan tersebut melalui beberapa perwakilan umat tersebut. Seperti, perayaan Hari Natal bagi Umat Kristiani, Hari Raya idul Fitri bagi Umat Islam, dan Odalan bagi Umat Hindu, dan sebagainya. “Hal ini merupakan bentuk toleransi umat beragama, dalam kehidupan bermasyarakat yang berbhineka,” kata Yuliono. Bahkan, dalam even Odalan ini, kegiatan Umat Hindu turut dijaga keamanannya oleh para pemuda Kristen dan Banser NU. Demikian sebaliknya.

Lebih dari 200 umat Hindu dari wilayah Kecamatan Kandangan hadir dalam acara Odalan di Pura Wahyu Tri Bhuana itu, mulai sore hari hingga petang. Acara berlangsung khidmat dan mengandung petuah bermanfaat, bagi semua umat manusia, khususnya Umat Hindu Dharma.

Ketua Walaka Kandangan, Drs Kartiko MPd.H, sedang menyambut dalam kegiatan Odalan di Pura Wahyu Tri Bhuana Desa Slumbung (5/4).

Persembahan sebagai Wujud Syukur

Ketua Walaka (Penasehat) Kandangan, Drs. Kartiko MPd.H, dalam sambutannya menyebutkan bahwa tradisi perayaan dengan pemujaan pada Sang Hyang Widhi Wasa, serta melakukan berbagai persembahan sebagai wujud syukur, berkah ini merupakan langkah kongkret sebagai manusia yang mensyukuri nikmat, keselamatan yang telah diberikan serta melaksanakan kewajiban sesuai perannya masing-masing. Terutama peran Orang Tua sebagai Guru Rupaka, yang selalu dijunjung tinggi, khsusnya Ibu sebagai pendidik utama dalam sebuah rumah tangga.

Kartiko menjelaskan, dalam Nitisastro yang bermakna gigih dalam segala hal yang baik menuju keberhasilan dan kemuliaan pribadi dan umat, menerangkan bahwa kehidupan dan peran manusia sebagai pribadi dan kewajibannya dalam kehidupan. Dalam hal ini, terkait hidup berumah tangga dimana peran ayah dan anak.

Menurut Kartiko, dalam Kitab Sarasamuscaya, seseorang yang pantas disebut sebagai seorang ayah adalah pertama,Anna data, harus mampu memberikan makan, menghidupi anak dan keluarga. Kedua, Prana data,harus mampu membangun jiwa si anak, mendidik. Ketiga, Sarirakerta, seorang ayah harus mampu mengupayakan kesehatan jasmani si anak.

Demikian kewajiban seorang ayah ada lima, Pancawida. Pertama, Watulung Urip rikalaning baya, menyelamatkan keluarga pada saat bahaya, atau melindungi keluarga. Kedua, Nitia Maweh Bhinoajana, selalu mengusahakan makanan yang sehat, atau menghidupi keluarga. Ketiga, Mangupadyaya, memberikan ilmu pengetahuan kepada anak, menyekolahkan. Keempat, anyangaskara, menyucikan anak atau membina mentak spiritual anak. Kelima, Sangametwaken, sebagai penyebab lahirnya anak.

Sloka yang memuat tentang Pancwida adalah sebagai berikut, Ring rat pitre ngaranya panca-widha sang matulung urip I kilaning bhaya, Mwang sang nitya maweh bhinojana taman wales I sahananing hurip-nira. Lawan sang pangupudhyayan bapa ngaranya sira sang anangaskare kita. Tan wuktan sang ametwaken ri kita panca-widha bapa ngaranya kawruhi.

Toleransi Umat Beragama, Para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Lintas Agama, turut menghormati Kegiatan Hari ulang Tahun, Odalan Pura Wahyu Tri Bhuana Desa Slumbung Kandangan, rabu petang (5/4).

Demikian hal dengan Panca Yadnya, yaitu Lima korban suci tulus ikhlas kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa sesuai manifestasinya. Harus diterapkan umat dalam kehidupan sehari-hari, agar manusia damai, menyatu dengan Sang Pencipta. Dalam ajaran Hindu, tujuan hidup manusia dibagi menjadi empat bagian yang disebut dengan catur purusa artha (empat tujuan hidup manusia ) yaitu ; 1) dharma (senantiasa berbuat berlandaskan dharma atau kebenaran); 2) artha (memperoleh materi berdasarkan dharma); 3) kama (memperoleh kesenangan dan keinginan berdasarkan pada koridor dharma); dan 4) moksa (melepaskan diri dari ikatan duniawi dan menuju kesempurnaan rohani untuk mencapai kebahagiaan tertinggi menyatukan Atman pada Brahman yaitu Moksartham jagadhita ya ca iti dharma).

Lebih lanjut Kartiko sebagai penasehat Agama hindu, mempersilahkan Umat Hindu mempelajari makna dan peran dalam Kitab Suci Weda dan berbagai referensi, untuk kemudiaan diterapkan dalam diri umat, menuju kedamaian dan kemuliaan dalam hidup. Om Shanti…… Shanti….. Shanti Om…. –(Ajie)-

Load More Related Articles
Load More By Aji Suharmaji
Load More In 01-Kediri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Peduli Bersinergi SDN Kandangan 1 Bagi Takjil Untuk Masyarakat, Pengguna Jalan dan Bukber

Kediri (MPN) – Bermakna Sinergi. Kegiatan sosial kemanusiaan dilaksanakan SDN Kandan…