Home Jawa Timur 01-Kediri Berakhlak Berintelektualias untuk Membangun Kualitas Diri Bangsa dan Negara

Berakhlak Berintelektualias untuk Membangun Kualitas Diri Bangsa dan Negara

11 min read
0
5
134

Kediri (MPN) – Berakhlak Berkualitas. Akhlak mulia dan kualitas Intelektual, khususnya bagi pemuda, merupakan poin paling urgen dalam membentuk karakter pribadi positif yang bermanfaat bagi masa depannya dan demi kemajuan masyarakat, Bangsa dan Negara. Maka itu, moralitas dan intelektualitas perlu diasah sejak dini, melalui berbagai kelembagaan formal maupun organisasi positif seperti IPNU-IPPNU ini. “Modal Akhlak dan kualitas intelektual inilah, dapat ditingkatkan dan diaktualisasikan menjadi branding positif di media sosial maupun di komunitas lingkungannya agar bermanfaat bagi pribadi, keluarga, masyarakat, Bangsa dan Negara,” tandas Iptu Wahyu Hariadi SH, Kapolsek Kandangan dalam Acara Sarasehan Organisasi dan Kebangsaan IPNU-IPPNU Kandangan, di Pendopo Kecamatan, minggu malam (16/4).

Menurut Wahyu, kalangan pemuda terutama IPNU-IPPNU mempunya berbagai kelebihan dalam hal berorganisasi menuju kualitas diri dan berguna bagi sesama. Pelajar NU harus mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan nyata yang terefleksikan dalam 3 indikator. Pertama, bermodalkan Akhlak yang baik, harus berani membuktikan eksistensinya dalam aktivitas sehari-hari, menebar kebaikan, minimal menjadi pelopor di lingkungannya. Terlebih, di era melek teknologi saat ini, harus berani mem-branding aktivitas yang baik di Medsos, berlomba menebar kebaikan meski hanya secuil kalimat beruntai kasih dan sayang dalam setiap tayangan.

Kedua, berdisiplin yang dimulai dari diri sendiri. Hal ini akan menjadi dasar untuk berbuat baik, saling menghormati serta membantu dalam berkehidupan sosial. “Apalagi, di wilayah Kandangan ini, suasana berbhineka Tunggal Ika sangat terasa kental. Berbagai suku, agama, adat istiadat begitu terasa dalam kehidupan bermasyarakat. Mulai pemeluk Islam, Kristen, Hindu dan keyakinan lainnya berjalan sangat toleran dalam kehidupan bermasyarakat yang damai, tertib dan saling menghormati. Suasana lingkungan itu telah berjalan sejak lama. Sehingga, simbol kebhinekaan itu telah menular ke luar daerah di kabupaten, provinsi hingga nasional,” kata Wahyu yang mencontohkan Gus Ali Nasuchan SPd.I sebagai Ketua FKUB Kandangan diundang sebagai nara sumber berbagai forum kebhinekaan di Solo dan berbagai daerah. Maka itu, berdisiplin dan toleransi berdampak pada kemampuan seseorang bersosialisasi di lingkungan keluarga dan masyarakat. Karena dengan mematuhi semua aturan, berkehidupan sosial akan terasa indah, nikmat dan bijak dalam berkeputusan.

Ketiga, Agen perubahan dalam mencegah Pernikahan Dini. Sebagai warga masyarakat, para pemuda harus mampu menata diri untuk selalu menebar moralitas positip dan jadi pelopor dalam kehidupan sosial. Pernikahan Dini berefek kurang baik dalam berbagai aspek kehidupan. Pemuda di masa produktif untuk berkreativitas menuju kualitas diri, terpaksa harus berkutat pada kebutuhan ekonomi, bekerja, sehingga tak jarang berkesulitan menumpuk dan sulit mengatasinya karena mentalnya belum siap. Akibatnya, pengangguran dan putus asa melanda. Situasi ini akan makin pelik bila anak yang dilahirkan tidak terurus, menimbulkan stunting, kurang gizi, yang berdampak pada beban keluarga, masyarakat dan Negara. Konsisi ini sangat memprihatinkan dan harus dihindari sedini mungkin oleh masyarakat, khususnya para pemuda.

Danramil 0809/15 Kandangan Kapten Czi Roberto Hutabarat, dan suharmaji sebagai nara sumber dalam kegiatan Sarasehan Organisasi dan Kebangsaan IPNU-IPPNU Kandangan, di pendopo Kecamatan, minggu malam (16/4).

Demi Persatuan dan Kesatuan

Danramil Kandangan Kapten Czi Roberto Hutabarat, menilai bahwa kebersamaan masyarakat, khsususnya para pemuda, dalam berorganisasi menjadi modal utama untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib demi Persatuan dan Kesatuan Bangsa. Terlebih, IPNU-IPPNU ini merupakan sayap organisasi kepemudaan dari Nahdlatul Ulama yang selalu menjaga keutuhan dan keberlangsungan Bangsa dan Negara Indonesia. NKRI harga Mati.

Para Founding Fathers pendahulu kita, lanjut Roberto, sangat toleran, menjunjung tinggi dan memelihara berbagai perbedaan mulai dari suku, ras, agama hingga adat istiadat dalam masyarakat demi Persatuan dan Kesatuan Bangsa. “Mereka para pendahulu kita itu sangat luar biasa, sehingga kita semua dapat hidup dan berkehidupan yang toleran dan berbhineka seperti sekarang ini,” ujar Danramil yang menekankan situasi kondisi yang damai dan toleran saat ini jangan sampai terkontaminasi pengaruh negatif yang memecah belah Bangsa Indonesia. Semua warga masyarakat, khususnya para pemuda IPNU-IPPNU, harus berperan aktif menjaga keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia yang berbhineka Tunggal Ika ini.

Jika tidak, tandasnya, akan menimbulkan keretakan Bangsa yang berimplikasi pada carut marutnya kehidupan bernegara. “Kalau Negara Indonesia pecah, yang senang adalah pihak lain yang ingin menguasai kekayaan dan sumberdaya alam Indonesia yang melimpah ini,” kata Roberto.

Nara sumber lain dalam Sarasehan Organisasi dan Kebangsaan IPNU-IPPNU Kandangan itu adalah Suharmaji (Praktisi penulis) dari Merah putih.net, serta Akhmad Fadhil dan Jinantya Baqita dari senior pengurus kelembagaan kepemudaan NU di Kandangan.

Kapolsek Kandangan Iptu Wahyu Hariadi SH, menerangkan tentang peran pemuda dalam kehidupan bermasyarakat berbengsa bernegara, dan Suharmaji menjelaskan tentang Teknik Jurnalistik dan wawasan media dalam Acara Sarasehan IPNU-IPPNU Kandangan, di pendopo kecamatan minggu malam (16/4).

Aktualisasi Diri

Fadhil menyebut pentingnya berorganisasi bagi para pemuda, khususnya di IPNU-IPPNU, demi kualitas diri dalam berakhlak mulia serta peningkatan intelektualitas. Pembina IPNU-IPPNU Kandangan ini merinci secara umum terdapat 3 manfaat mengikuti Organisasi. Pertama, mengasah kualitas keagamaan, Ahklak Mulia. Karena IPNU-IPPNU ini adalah Organisasi sosial kepemudaan sayap dari Organisasi Keagamaan NU. Kedua, meningkatkan intelejensia, kualitas intelektual. Ketiga, Kepekaan Sosial.

Aplikasi konsep ketiga manfaat berorganisasi itu, menurut Fadhil, sebagai anggota organisasi sosial berbasis keagamaan dan mengedepankan akhlak, pemuda IPNU-IPPNU harus berani beraktualisasi diri bermitra kepada Lembaga pendidikan di lingkungannya, menawarkan program bidang keagamaan, administrasi, ketrampilan yang kemungkinan bisa diterapkan dalam kegiatan sekolah, seperti bimbingan religi dalam suasana ramadhan dan sebagainya. Memegang peran media untuk berpromo, menciptakan branding positif. Membentuk karakter yang berakhlak mulia dalam setiap gerakan dan aktivitas kehidupan di masyarakat. “Secara spesifik, para pemuda IPNU-IPPNU dapat menerapkan berbagai program-programnya.” Ujarnya.

Sementara itu, Jinantya Baqita senior IPPNU Kandangan, menekankan bahwa berorganisasi dapat menjadi media edikasi untuk memanej ego, karena dalam kebersamaan para pemuda harus mampu mentolerir hal yang tak bisa ditolerir, misalnya mensesuaikan kepentingan pribadi kepada kelompok, kebersamaan. Bersinergi itulah yang akan meningkatkan kesadaran diri rendah yang membelenggu  menjadi toleransi tinggi dan bijaksana. “Hal inilah yang selalu diterapkan dan dilatih dalam kehidupan berorganisasi,” tukas Jinan menyebut pemuda yang saat ini hidup dalam Quarterlife Crisis era perkembangan iptek,ditunut untuk selalu tampil aktif, kreatif dan menguasi teknologi. Tentu tak kalah penting adalah memanej ego diri sendiri dan menguasi teknologi.

Sementara Suharmaji menjelaskan tentang wawasan media dan teknik jurnalistik di era modern. Betapa penting, para generasi muda untuk memahami media massa dan tentang teknik penulisan yang baik yang masuk dalam kaidah jurnalistik.

Acara IPNU-IPPNU Kandangan periode 2023 – 2025 ini merupakan rangkaian pelaksanaan program Buka Bersama, Tarwih dan Sarasehan Organisasi dan Kebangsaan. Diikuti lebih dari 40 peserta, acara Sarasehan berjalan tertib, kreatif, kondusif dan bermakna. – (Ajie) –

Load More Related Articles
Load More By Aji Suharmaji
Load More In 01-Kediri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Peduli Bersinergi SDN Kandangan 1 Bagi Takjil Untuk Masyarakat, Pengguna Jalan dan Bukber

Kediri (MPN) – Bermakna Sinergi. Kegiatan sosial kemanusiaan dilaksanakan SDN Kandan…