Home Jawa Timur 01-Kediri Menggelegar Menyambar Jaranan di Bersih Dusun Kayendoyong Ringinpitu Plemahan

Menggelegar Menyambar Jaranan di Bersih Dusun Kayendoyong Ringinpitu Plemahan

7 min read
0
4
150

Kediri (MPN) – Meriah Gempar. Unjuk kebolehan Seni Jaran Kepang digelar di Pelataran Dusun Kayendoyong Desa Ringinpitu Plemahan Kediri, minggu siang (6/8). Tak sekedar menari, para punggawanya juga mengayunkan pecut yang mengeluarkan suara menggelegar bak petir menyambar, hingga sang penari tak sadarkan diri. “Itu semua merupakan seni pertunjukkan yang menjadi puncak acara dalam rangkaian kegiatan Bersih Dusun,” ujar Wahyudi, Kasun Kayendoyong.

Kegiatan yang setiap tahun dilakukan ini, lanjut Wahyudi, dalam rangka kegiatan bersih dusun sekaligus turut memeriahkan HUT RI ke-78. Rangkaian kegiatannya meliputi Selamatan Kirim Doa kepada para leluhur , sedekah bumi sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua karuniaNya, santunan kepada para anak yatim, kaum dhuafa. Serta puncaknya adalah menampilkankan kesenian tradisional Jaran Kepang “Mayangkoro Original” dari Mojoroto Kediri.

Para penari Jaranan Kepang yang sedang kerasukan terus menari di atas panggung, dan sedang disembuhkan oleh para pawangnya, di Acara Bersih Dusun Kayendoyong Ringinpitu Plemahan Kediri (6/8).
Para penari Bantengan dari Grup Jaranan ‘Mayangkoro Original’ dari Mojoroto Kediri di puncak Kegiatan Bersih Dusun Kayendoyong Ringinpitu Plemahan (6/8).

Kesenian tradisional Jaranan ini dimulai pada pukul 13.00 WIB siang hingga sore hari. Berbagai atraksi para penari, dipersembahkan di atas panggung, berupa Tari Jaran Kepang dan Bantengan. Penonton yang berjubel mengeliling pentas itu juga tampak asyik menikmati gelaran seni daerah asli Kediri itu. Bahkan, beberapa penonton tak sedikit yang bersorak histeris tatkala para penari itu mulai tak sadarkan diri dan terus menari, meloncat-loncat, diiringi musik gamelan kenongan dan terompet.

Keenam penari yang kerasukan itu tambah bersemangat ketika 2 gadis molek bernyanyi dangdut campursari. Penonton pun ikut bergoyang di luar panggung. Seruuuu……  Sementara, dari balik panggung, terdapat kru grup kesenian pada memoles wajahnya ala film-film horror, untuk bersiap tampil berikutnya. “Dua banteng saja sudah ngidap-ngidapi, apalagi 10 banteng sekaligus…. Wow,” teriak MC yang disambut gemuruh ribuan penonton.

Kesenian Jawa Kuda Lumping, Grup Jaranan “Mayangkoro Original” di acara puncak Bersih Dusun Kayendoyong Desa Ringinpitu Kecamatan Plemahan Kbupaten Kediri, di halaman rumah Kasun Wahyudi, minggu siang (6/8).

Beberapa pawang jaranan, guru pembimbing, yang membuat dan menyembuhkan bila penari tak sadarkan diri itu tampak bersiap di atas panggung. Saat pembawa acara mulai berteriak memanggil peserta 10 Bantengan, penonton pun makin beranjak dari tempatnya, berdiri bertepuk tangan. Sekitar panggung pun dijaga puluhan pemuda krunya, agar para Banteng yang menggila tak meloncat ke luar panggung dan tak menghampiri pemirsa.

Suasana makin tegang, 10 pemuda bertubuh kekar dan berwajah serem itu mengangkat Kepala Banteng dan menggoyangkannya diiringi musik kenongan dan gong yang kian menggelegar. Para penari yang mulai kerasukan usai disabet sehelai slendang udeng oleh Pawangnya itu tak sadarkan diri dan mengamuk, menghentakkan kepala Banteng yang dipegangnya itu ke panggung. Menakutkan dan aneh. Tapi, itulah yang disukai masyarakat para penontonnya.

Ketika ketegangan makin memuncak di panggung akibat 10 banteng yang berulah itu, tiba-tiba suara musik dangdut diperdengarkan dan menyanyi, maka goyanglah para banteng itu diikuti para penonton yang berjubel ikut bergoyang. Asyiiiiik……. Sebuah paduan atraksi Jaranan dan pagelaran musik dangdut kontemporer.

Selamatan dan Berbagi sedekah hasil bumi, berupa Tumpeng dengan Ingkung ayam bakar, dilaksanakan di rumah Kasun Wahyudi, Dusun Kayendoyong Ringinpitu, sebagai bentuk rasa syukur kepda Alloh SWT, atas semua karuniaNya (6/8).

Selamatan

Kegiatan Bersih Dusun di Kayendoyong Desa Ringinpitu, selalu dilakukan setiap tahun di bulan suro. Semua anggota masyarakat terlibat, pada hari sebelumnya, warga juga melakukan selamatan dengan ayam bakar utuh, ingkung, di punden, masjid dan rumah Kasun. Untuk memanjatkan doa kepada Alloh SWT, atas semua karuniaNya dan sebagai bentuk rasa syukur atas rahmatNya. Limpahan rejeki berupa hasil bumi dan sebagainya, juga diberikan kepada para kaum dhuafa. Indah Berbagi.

Bahkan, pagi hari menjelang puncak acara hari minggu itu, juga dilakukan selamatan bersama warga sekampung, menyuguhkan puluhan tumpeng dengan ingkung ayam bakar yang dikerubuti masyarakat dan dimakan bersama usai di-ujub- kan dan berdoa. Sangat bermakna menyenangkan dan enak.

Puncak acara bersih dusun Kayendoyong Ringinpitu itu dihadiri para aparat Pemerintah Kecamatan, Koramil, Polsek, Pemerintah Desa, Para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, serta para undangan dari luar daerah. Semua bersatu dan mengharu biru, menyambut kemeriahan rangkaian kegiatan itu. Terlebih, sejak pagi, para masyarakat yang berjubel, menanti atraksi grup Seni Jaranan Mayangkoro Original dari mojoroto Kediri. Horeee….. Jayalah Dusun Kayendoyong Ringinpitu, Jayalah Negeriku.  – (Ajie) –

Load More Related Articles
Load More By Aji Suharmaji
Load More In 01-Kediri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Peduli Bersinergi SDN Kandangan 1 Bagi Takjil Untuk Masyarakat, Pengguna Jalan dan Bukber

Kediri (MPN) – Bermakna Sinergi. Kegiatan sosial kemanusiaan dilaksanakan SDN Kandan…