Home Jawa Timur 01-Kediri Tegak Lurus Demi Kejayaan Negeri Untuk Rakernas HPK 2023 Bromo dan Malang

Tegak Lurus Demi Kejayaan Negeri Untuk Rakernas HPK 2023 Bromo dan Malang

11 min read
0
3
256

Kediri (MPN) – Nusantara Jaya. Pasrah Berserah Diri, kepada Tuhan Yang Maha Esa , selalu berbuat baik , berbudi luhur dan berkarakter Adiluhung merupakan sejatining hidup dalam kehidupan. “Hal itu merupakan konsep dasar Kapitayan, kaweruh Jowo. Dan itulah salah satu ritual suci yang mengandung nilai magis yang akan dilakukan dalam rangkaian rakernas DPP HPK di Gunung Bromo dan Malang pada Desember 2023 demi Kejayaan Nusantara,” tukas  Dr Ir Hadi Prajoko, SH, MH, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Penghayat Kepercayaan (DPP HPK) dalam Rapat dan Sarasehan dengan beberapa Kepengurusan HPK Jatim di Kota Kediri, Rabu Siang (30/8).

Acara Rapat dan Sarasehan dihadiri 7 Daerah Kepengurusan di Jawa Timur, yaitu DPK HPK Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kabupaten Sidoarjo dan DPW HPK Jatim. Agenda Rapat dan Sarasehan membahas tentang persiapan Rakernas DPP HPK yang sedianya dilaksanakan pada Desember 2023 di Gunung Bromo dan Kota Malang.

Rindu, Ketua DPK HPK Kabupaten Tulungagung (30/8).

Kapitayan merupakan kaweruh jowo, memahami, keyakinan dasar yang menyangkut berbagai tingkatan mulai jenjang bawah sampai atas untuk menyembah kepada Tuhan (Hyang Widi), hingga manunggaling kawulo kalian Gusti. Menurut Hadi Prajoko, Kapitayan adalah salah-satu agama kuno agama asli dan tertua yang dipeluk oleh masyarakat Nusantara. Dan itu lahir jauh sebelum hadirnya pengaruh Hindu dan Budha, bahkan beberapa pihak menganggap bahwa agama ini bersumber dari ajaran nabi Adam.

Dijelaskan Hadi Prajoko, setiap kegiatan Kapitayan harus dimulai dengan Puji Suci. Hal ini menggambarkan bahwa apapun dan bagaimanapun asal-asul kita sebagai manusia hidup adalah dari para leluhur, termasuk orang tua. Sehingga dalam setiap aktivitas kehidupan, harus selalu menyebut, memuji, mendoakan para leluhur itu dengan istilah Puji Suci.

Sedangkan kehidupan manusia Nusantara, dikenal dengan Puji Suci dalam dimensi jawa kapitayan, tambah Hadi, merupakan Braja (genta), yang digunakan para resi dalam mengucapkan mantra (weda) pada saat ritual suci. Braja Sandhi merupakan genta nuansa langit yang membangkitkan seluruh alam semesta dengan ritual agung yang namanya saddra agung, yang dulu dilakukan Mpu Kanagung dengan seribu bunga yang menyatukan Nusantara.

Persiapan Rakernas Himpunan Penghayat Kepercayaan HPK di Warung Setonogedong Jl Untung Suropati 25 Kel Pakelan Kota Kediri (30/8).
Sarasehan dengan Ketua Umum Dr Ir Hadi Prajoko SH MH (30/8).

Ritual Sradha Agung merupakan sebuah budaya leluhur peninggalan zaman Kerajaan Majapahit yang telah lama “mati suri” dan kini coba dihidupkan kembali. “Kegiatan ini bentuknya semacam napak tilas upacara Sradha. Sradha, ini adalah (budaya) upacara 12 tahun kematian Sri Gayatri Rajapatni yang merupakan cikal bakal dalam menyatukan Nusantara pada era Kerajaan Majapahit.

“Seperti Ritual Suci Bajra Sandhi, di Bali dan Jawa Barat, Ritual Sandra Gong Banawa Sekar Kaprabon Nusantara di Puncak Gunung Agung, adalah menjawab segala tantangan yang akan datang karena sebagai basis kegiatan yang mendasari untuk kesatuan Nusantara ini,” ujarnya.

Bangun Kebersamaan dan Munas Bromo

Acara Rapat dan Sarasehan HPK di Kediri itu diikuti 60 lebih para Pengurus HPK dari 7 Daerah atau DPK (Dewan Pengurus Kabupaten/Kota) dan wilayah di Jawa Timur. Diantaranya, DPK Kabupaten Kediri, DPK Kota Kediri, DPK Kabupaten Tulungagung, DPK Kabupaten Sidoarjo, DPK Kabupaten Malang, DPK Kota Malang, dan DPW HPK Jawa Timur.

Ketua Umum DPP HPK Dr Ir Hadi Prajoko SH, MH di akhir acara malam hari (30/8).
Bersama Ketua DPW HPK Jatim Edi, Ketua DPK HPK Kabupaten Tulungagung, Rindu, bersama Ketua Umum DPP HPK Dr Ir Hadi Prajoko, SH, MH (30/8).

Berbagai Ketua DPK menyebut bahwa budaya berbuat baik, berbudi luhur dan berkarakter yang merupakan hakekat dasar dalam Kapitayan yang terfeleksi dalam Penghayat Kepercayaan, adalah sangat perlu diterapkan dalam seluruh kehidupan masnusia, terlebih penanaman dasar pada generasi muda di era Teknologi Informasi saat ini. Terlebih dalam membangun kebersamaan Berbhineka Tunggal Ika di Negeri Nusantara ini. “Bagi sedoyo kadang ing Nuswantoro Puniko untuk saling membangu, bersatu, bersama Mensejahterakan Masyarakat dan Menegakkan Indonesia Jaya sebagai pengejawantahan Nusantara, Mangayu Bagyo, memayu Hayuning Bawono tlatah Nuswantoro,” Tukas Romo Edi, Ketua DPW HPK Jawa Timur.

Demikian hal, Suhardi Ketua DPK HPK Kota Malang, berharap agar masayarakat selalu menjungjung tinggi nilai keagungan budaya leluhur yang berkarakter dan berbudi luhur, terutama untuk para generasi muda. Karena uri-uri budaya daerah, melalui seni tari, karawitan, wayang, macapat dan sebagainya, karakter berbudi luhur, persaudaraan satu jiwa dapat terjalin dan sumrambah.

“Bersinergi, guyup, dan gotong royong, saling membantu ini sangat perlu dilakukan, agar hubungan kekeluargaan lestari untuk membangun Negeri,” tambah B Hariadi, pengurus DPK HPK Kabupaten Malang.

Sardi Prianto, Ketua DPK Kabupaten Kediri, dalam sekapur sirihnya menandaskan bahwa Anggota dan Kepengurusan HPK  di Kabupaten Kediri adalah tegak lurus berjuang bersama DPP dan DPW Jatim untuk melaksanakan program-program demi Kejayaan Bumi Nusantara, NKRI. Begitupun tekad yang dilakukan oleh seluruh jajawan Pengurus DPK HPK Kabupaten Sidoarjo.

Suara dan aktivitas kaum perempuan diwakili oleh DPK Kabupaten Tulungagung, yang menyatakan siap dan terus berkarya demi Kejayaan Nusantara, serta Tegak Lurus dengan DPW Jatim dan DPP HPK Pusat. “Saatnya perempuan berkreasi. Makanya komposisi kepengurusan HPK di Tulungagung adalah 45 persen kaum perempuan,” kata Rindu, Ketua DPK HPK Kabupaten Tulungagung, penuh semangat.

Rindu melakukan terobosan dalam melaksanakan Program-program Kerja HPK di Tulungagung untuk berkreasi, seperti Pelatihan Tata Rias Wajah dibiayai Disnakertrans, untuk peralatannya. Juga dengan Kantor Kesbangpol, Rindu juga telah mengajukan proposal program untuk kegiatan tahun depan, 2024. pengajuan paling akhir September untuk koordinasi dan bikin proposal. Inovasi seperti ini juga bisa dilakukan oleh DPK lainnya. Untuk itu dia berharap agar semua kepengurusan di semua level jajaran, agar selalu optimis serta memuat program kerjasama dengan berbagai pihak, terutama dengan Pemerintah Daerah, di wilayahnya masing-masing demi membangun Negri, NKRI. “Salam Pancasila, Merdeka.,” seru Rindu.

Foto Bersama Para Pengurus DPK HPK 7 Daerah di Jatim yaitu DPK HPK Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kabupaten Sidoarjo, bersama DPW HPK Jawa Timur Edi, serta Ketua Umum DPP HPK Dr. Ir Hadi Prajoko SH, MH (30/8)

Disepakati dalam Rapat dan Sarasehan itu bahwa Munas HPK 2023 akan dilaksanakan di Gunung Bromo dan Kota Malang. Rencana digelar pada Desember 2023, akan dihadiri Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, serta beberpa Pejabat Tinggi Negara lainnya.

Eksistensi Budaya sebagai warisan leluhur memang sangat penting untuk dilestarikan, karena dalam budaya tersebut mengandung filosofi sangat berarti dalam kehidupan. Disamping itu, Kebudayaan mempunyai 3 fungsi yang disebut  Trilogi Kebudayaan, yaitu pertama, Budaya sebagai seni tontonan, kedua, Kebudayaan sebagai satu prinsip tuntunan luhur, kebaikan, budi pekerti, dan ketiga Budaya sebagai bentuk korelasi hubungan manusia dengan manusia, manusia lingkungan dan manusia dengan Tuhannya. Dan Nyadran merupakan manifestasi uri-uri budaya yang bertujuan mensucikan diri dengan sesamanya, alam sekitar, bumi beserta alam semestanya. Salam HPK, ..Tegak lurus. –(Ajie)-

Load More Related Articles
Load More By Aji Suharmaji
Load More In 01-Kediri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pertahankan Martabat Kepengurusan HPK

Malang (MPN) – Berjatidiri Eksis. Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) Terhadap Tuha…