Home Jawa Timur 01-Kediri Tri Kerukunan Umat Beragama dalam Piodalan Pura Giri Natha Banaran Kandangan

Tri Kerukunan Umat Beragama dalam Piodalan Pura Giri Natha Banaran Kandangan

10 min read
0
3
124

Kediri (MPN) – Rukun Plural. Persatuan dan kesatuan dalam keberagamaan adalah sangat penting dilakukan setiap warga Negara, khususnya umat beragama di Indonesia. “Konsep ini merupakan Tri Kerukunan Umat Beragama yang harus selalu kita junjung dan lakukan dalam berbagai segi kehidupan,” ungkap Drs Radi SPd, sekretaris Parisada Hindu Dharma (PHDI) Kabupaten Kediri dalam Acara Piodalan Pura Giri Natha Desa Banaran Kandangan, kamis siang (28/9).

Dijelaskan, Tri Kerukunan Umat Beragama merupakan sebuah rumusan tentang persatuan umat beragama yang meliputi tiga hal, di antaranya; Kerukunan internal umat beragama, Kerukunan antarumat beragama, Kerukunan antara umat beragama dan pemerintah.

Pranata Cara dalam Acara Piodalan Pura Giri Natha Desa Banaran Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri kamis siang (28/9).

Di Kandangan, kata Radi dalam Dharma Wacananya, menjadi salah satu pelopor dalam upaya kerukunan umat beragama demi persatuan kesatuan. Desa Medowo pada tahun 2023 ini menjadi Kampung Moderasi Beragama nomer satu di Kabupaten Kediri, sehingga akan menjadi wakil dalam ajang kompetisi Kampung Moderasi Beragama tingkat provinsi Jatim. “Hal ini menunjukkan bahwa upaya memelihara kerukunan umat beragama sangat dominan di Kecamatan Kandangan,” ujar Radi juga mencontohkan, acara Piodalan Pura Giri Natha Banaran ini yang diamankan para Pecalang, juga turut dijaga saudara umat Islam Banser NU.

Dua Gadis Pemudi Umat Hindu sedang membaca Sloka dalam acara Piodalan Pura Giri Natha Putuk Banaran Kandangan kamis siang (28/9)

Keberagaman atau pluralitas adalah keniscayaan. Namun, persatuan dan kesatuan adalah usaha sadar dari seluruh masyarakat Indonesia. Keberagaman itu merupakan kekayaan dan keindahan bangsa Indonesia. Menurut Radi, Umat Hindu sangat menghargai perbedaan. Tentang pluralisme atau atau paham keberagaman bagi umat Hindu sudah merupakan suatu hal yang biasa. Dalam sejarah peradaban Hindu, kita mengenal banyak sekte yang hidup rukun berdampingan dengan harmonis, saling menghargai dan saling menghormati.

Hal ini didasari sloka Svetasvatara Upanisad, VI.11, berikut : “Eko devas sarva bhutesu gudhas, sarva vyapi sarva bhuta-ntaratma, karmadhyaksas sarva bhutadivasas, saksi ceta kevalo nirgunas ca.” (Terdapat satu sinar suci Tuhan Yang Maha Esa yang tersembunyi menggiba pada setiap mahluk, ada di mana-mana, Atman (jiwa) dari semua mahluk, memerintah semua tindakan, berada dalam setiap ciptaan dan menjadi saksi abadi tanpa memiliki sifat apapun).

Yuliono Ketua PHDI Kandangan dalam sambutan di acara Piodalan Pura Giri Natha Putuk Banaran Kandangan Kamis siang (28/9).

Dijelaskannya, Sloka ini menjelaskan bahwa pada hakekatnya kemanusiaan kita sama. Bahkan, seluruh mahluk adalah bersaudara, wasudewa kutumbhakam, Vasudeva Kutumbhakam : semua mahluk bersaudara, Tri Hita Karana yaitu tiga hal yang menyebabkan kebahagiaan. Parahyangan, sradha bhakti kepada Tuhan. Pawongan, interaksi, toleransi, saling menghormati dan saling menghargai antar sesama manusia. Palemahan, menjaga dan melestarikan alam sekitar, menciptakan keseimbangan yang harmoni.  “Demikian diantaranya, pedoman dalam menciptakan kerukunan dalam mencapai persatuan dan kesatuan,” tutur Radi.

Moderasi Beragama tampak Sekdes Banaran dan Drs Radi SPd PHDI Kabupaten Kediri serta Yuliono PHDI Kandangan dalam Acara Piodalan Pura Giri Natha Putuk Banaran Kandangan kamis siang (28/9).
Tari Remong dalam acara Piodalan Pura Giri Natha Desa Banaran Kandangan Kediri kamis siang (28/9).

Kerukunan dan keharmonisan hidup seluruh masyarakat akan senantiasa terpelihara dan terjamin dalam nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. “Ini harus selalu dipegang teguh secara konsekuen oleh setiap warga negara Indonesia,” tandasnya. Untuk memelihara keharmonisan hubungan antar umat beragama dibutuhkan kesadaran untuk menjaga kerukunan, karena kerukunan itu merupakan jiwa dari persatuan dan kesatuan. Tidak aka nada persatuan tanpa kerukunan.

Tari Pangestuti oleh Para gadis siswi Pasraman Saraswati dalam acara Piodalan Pura Giri Natha Desa Banaran kamis siang (28/9).
Tari Pangestuti diperagakan para gadis siwi Pasraman Saraswati Medowo dalam acara Piodalan Pura Giri Natha Putuk Banaran Kandangan kamis siang (28/9)

Tari dan Karawitan

Acara Piodalan Pura Giri Natha ini disupport penuh oleh PHDI Kabupaten Kediri dan PHDI Kecamatan Kandangan mengingat Pura tersebut telah lama dan berstatus dewasa. Sehingga, menurutnya, Pura Giri Natha Banaran dapat menjadi contoh bagi pura-pura lainnya di wilayah Kandangan khususnya, Acara dihadiri oleh Drs. Radi SPd (Nara Sumber/Dharma Wacana) sekretaris PHDI Kabupaten Kediri, Ketua PHDI Kandangan Yuliono, Carik Desa Banaran, Drs Kartiko MPd.H (Ketua Walaka), para umat Hindu di daerah Kandangan, Wonosalam Jombang dan Kasembon Malang, Pecalang, Banser. “Semua Komponen masyarakat,khususnya Umat Hindu di wilayah Kandangan dan sekitarnya, sangat berperan dan hadir dalam Acara Piodalan ini di Pura Giri Natha ini,” tukas Yuliono, Ketua PHDI Kandangan.

Tari Branjangan Jati oleh para gadis umat hindu Kecamatan Kandangan dalam Piodalan Pura Giri Natha Putuk Banaran Kandangan kamis siang (28/9).
Tari Branjangan Jati menambah suasana Acara Piodalan makin bermakna di Pura Giri Natha Putuk Kandangan Kamis Siang (28/9).

Dalam kegiatan yang diikuti 500 lebih Umat Hindu itu juga ditampilkan berbagai karya seni tradisional tari, karawitan dan pembacaan sloka oleh yang menambah kualitas kesakralan acara.

Para Pengrawit muda yaitu karawitan dan sinden yang diperagakan anak muda dari Pasraman Saraswati Desa Medowo Kandangan menambah meriah acara Piodalan Pura Giri Natha Putuk Banaran kamis siang (28/9).
Seni Karawitan diperagakan oleh para pemuda, sradah dari siswa siswi Pasraman Saraswati Medowo Kandangan dalam Acara Piodalan Pura Giri natha Putuk Banaran kamis siang (28/9).

Tari Pangestuti diperagakan 5 gadis cantik siswi pasraman saraswati Medowo, Tari Gembrangan Jati oleh 2 gadis muda asal Banaran, juga Tari Remong oleh 2 Wanita Cantik dari Kandangan. Begitu pun, keahlian para pengrawit muda, pemain karawitan, dari Pasraman Saraswati juga menambah suasana acara menjadi bermakna.

Penampilan Tari Remong dari Umat Hindu Kecamatan Kandangan di acara Piodalan Pura Giri Natha Desa Banaran kamis siang (28/9).

Acara Piodalan yang kesekian kalinya ini menjadikan Pura Giri Natha Dusun Putuk Desa Banaran, makin berkualitas dan penuh religi. “Disamping dapat memberikan pencerahan bagi masyarakat, khususnya umah hindu sedharma, juga meningkatkan kesakralan, kesucian Pura Giri Natha yang berusia lama dan dewasa ini,” tukas Doni Krismantoro ST, panitia kegiatan Piodalan tahun 2023 itu. Om Shanti, ….Shanti,…… Shanti, Om……. – (Ajie) –

Load More Related Articles
Load More By Aji Suharmaji
Load More In 01-Kediri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Peduli Bersinergi SDN Kandangan 1 Bagi Takjil Untuk Masyarakat, Pengguna Jalan dan Bukber

Kediri (MPN) – Bermakna Sinergi. Kegiatan sosial kemanusiaan dilaksanakan SDN Kandan…