Home Jawa Timur 01-Kediri Program Pemberdayaan dan Budaya Panjalu Jayati Kadhiri di Pertemuan II Ngancar

Program Pemberdayaan dan Budaya Panjalu Jayati Kadhiri di Pertemuan II Ngancar

10 min read
0
3
148

Kediri (MPN) – Ekonomi Mandiri. Yayasan Panjalu Jayati Kadhiri terus berbenah diri, menelorkan konsep upaya pemberdayaan keanggotaan dan pengembangan budaya kearifan lokal. “Hal ini mesti kita lakukan dalam bentuk program pemberdayaan anggota melalui kegiatan usaha mandiri, yang akhirnya akan mampu menghidupi organisasi sendiri. Tak hanya itu, program pengembangan budaya lokal akan kita laksanakan dalam rentang waktu ke depan,” tandas Letkol (TNI-AL) Andreas Suko Riyanto, Pembina Yayasan, dalam pertemuan kedua di Manggis Ngancar Kediri, minggu siang (7/1).

Tumpeng Panjalu Jayati Kadhiri disuguhkan sebagai bentuk rasaya syukur saking mulyaning Gusti ingkang Ngakaryo Jagad (7/2)
Yayasan Panjalu Jayati Kadhiri selalu bersemangat untuk berdaya upaya dan mandiri demi kesejahteraan bersama (7/1)

Sebagai yayasan yang berbasis uri-uri budaya jawa, menurut Andreas, Panjalu Jayati Kadhiri kini memastikan diri membuat program pemberdayaan ekonomi melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bidang pertanian dan perdagangan. Diantaranya, program peternakan ayam dan kambing yang melekat pada individu anggotanya yang punya lahan di rumahnya masing-masing. Dengan bimbingan para ahli dan konsultan peternakan dari berbagai pihak, para anggota yayasan akan fokus dan berdaya kreasi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonominya, tentu saja berbagai sistem produksi dan pemasaran, akan dilakukan melalui jaringan pribadi dan yayasan. “Sehingga, bila telah berkembang pesat dan menghasilkan, secara otomatis kehidupan yayasan akan terus berkembang,” ujarnya optimis.

Pengembangan program UMKM ini, secara teknis akan dikomandoi serius oleh Sukamto, pengurus Yayasan Panjalu Jayati Kadhiri bidang Pemberdayaan Ekonomi (UMKM). “Langkah awal, kami membuat program peternakan ayam dan kambing dengan kapasitas kecil, setelah beberapa saat kemudian akan diimbaskan ke seluruh anggota yang berminat di bidang peternakan dan pertanian,” katanya.

Suasana serius dalam keakraban para anggota Yayasan Panjalu Jayati Kadhiri sedang mendiskusikan berbagai program dan aktivitas pengembangan kreativitas segala bidang berbasis uri-uri budaya jawi (7/1)
Rahayu sagung dumadi…. Pembina Yayasan Panjalu Jayati Kadhiri, Letkol (TNI-AL) dan pengurus Bopo Agus Sujono selalu bersemangat dan mendoakan para anggota agar selalu dapat berkah saking Gusti ingkang Moho Suci…. Aamiin…. (7/1)

Kontes Budaya

Selain itu, program pengembangan budaya akan juga dilaksanakan pada bulan april 2024 mendatang, melalui kegiatan kontes kreativitas dalam rangka Hari Kartini. “Program itu kini sedang kami rancang dan aplikasikan untuk menghidupkan kembali unsur patriotisme dan pengembangan budaya jawa yang berbasis budi pekerti,” tambah Anang, pengurus bidang sosial budaya Yayasan Panjalu Jayati Kadhiri.

Tak hanya itu, Yayasan yang telah berdiri resmi ber-SK Kemenkumham RI setahun yang lalu, kini selalu mengedepankan rasa solidaritas antar anggota dan menjunjung tinggi nilai gotong royong, menghormati sesama, seperti doktrin yang ditelorkan Eyang Mpu Tantular melalui konsep Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangruwa. “Hal ini akan selalu menjadi pijakan dan darah mengalir dari prinsip pergerakan yayasan yang selalu menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia, NKRI, serta mengedepankan kepentingan dan kemajuan bersama,” tandas Andreas Suko Riyanto penuh semangat.

Potongan Nasi Tumpeng diberikan kepada para anggota Yayasan Panjalu Jayati Kadhiri yang sedang mencalonkan Dewan mendapat berkah saking Gusti ingkang Moho Kuaos… Aamiin… (7 /1)

Dalam kegiatan pertemuan rutin yang kedua kalinya di rumah Agus Sujono Desa Manggis Ngancar itu, dihadiri 48 anggota dan pengurus Yayasan Panjalu Jayati Kadhiri. Para anggota itu berasal dari berbagai daerah, seperti beberapa Kecamatan di Kabupaten/ Kota Kediri, Tulungagung, Surabaya dan Sidoarjo.

Meski dalam suasana guyuran hujan deras melanda, pertemuan yang dilaksanakan setiap 3 bulan sekali itu tak surut hingga menjelang sore. Karena, disamping semangat yang menggebu, para anggota keluarga Yayasan Panjalu jayati Kadhiri itu sangat antusias membahas program, seraya menikmati hidangan masakan tradisional yang disuguhkan tuan rumah, Bopo Agus Sujono.

Dalam setiap langkah para anggota Yayasan Panjalu Jayati Kadhiri selalu berupaya menggapai kebahagiaan dan kemuliaan dalam berkah Gusti. Aamiin (7/1)
Akrab dan menyatu antara keluarga besar Yayasan Panjalu Jayati Kadhiri demi kemajuan bersama berbasis uri-uri budaya jawii (7/1)

Betapa tidak, tumpeng berbalut ingkung ayam kampung yang dibumbui kare dan ditemani kulupan dan lauk pauk lengkap dengan jenang sengkolo, selalu menari-nari di pelupuk mata memandang. Sementara itu, di meja samping disediakan nasi thiwul dan ampok dengan lauk terong bablado, ayam bumbu rujak, lodeh kates, bali kepala ayam dan pindang, serta ikan asin. Hheemmmmm…..

Usai diujub-kan dan berdoa bersama ala jawa, tumpeng menggunung yang dibalut tulisan Yayasan Panjalu Jayati Kadhiri itu dipotong pucuknya dan diberikan kepada kepada para anggota Yayasan yang sedang ingin mengemban sebagai wakil rakyat dalam Pemilu 2024.

Para anggota dan pengurus Yayasan Panjalu Jayati Kadhiri selalu bersemangat berkreativitas dalam setiap kegiatan demi kesejahteraan bersama (7/1)

“Semoga para Ibu-ibu akan diberkahi oleh Gusti ingkang Moho Kuaos dan menjadi wakil rakyat nantinya….. Aamiin…. Puji Gusti…..,” seloroh Andreas dan Bopo Agus mendoakan para anggota yang mencalonkan anggota Dewan, yang kemudian diamini oleh seluruh anggota yayasan yang hadir.

Selain itu Letkol Andreas berpesan kepada 4 orang anggota Yayasan Panjalu Jayati Kadhiri yang maju Caleg di pemilu 2024. Pertama, bila caleg itu nanti jadi terpilih, agar jangan lupa dengan kegiatan uri-uri budaya yang adiluhung. Kedua, wakil rakyat agar selalu mengusahakan untuk mengangkat perkembangan budaya yang baik melalui berbagai kebijakan dan kegiatan. Ketiga, agar selalu berjuang untuk membangun negeri melalui jalur budaya yang berbudi pekerti luhur. Keempat, jadikan budaya yang adiluhung sebagai filter untuk menangkis menjamurnya budaya-budaya asing yang tidak sesuai dengan pancasila sebagai kepribadian Bangsa Indonesia tercinta ini. “Setidaknya, keempat materi itu dapat dijadikan prinsip untuk dilakukan para caleg bila nanti terpilih menjadi Wakil Rakyat, khususnya bagi para anggota Panjalu Jayati Kadhiri,”  pintanya serius.

Aning, salah satu caleg di kab kediri dari anggota Panjalu jayati kadi juga menerima potongan tumpeng dari Letkol Andreas sebagai tanda doa restu dan support untuk kesuksesannya (7/1)
Rindu Rikart salah satu caleg di Kab Tulungagung dari anggota Panjalu Jayati sedang menerima potongan nasi tumpeng dari Letkol Andreas Suko Riyanto sebagai tanda doa restu Yayasan Panjalu Jayati Kadhiri (7/1)

Yayasan Panjalu Jayati Kadhiri selalu terbuka kepada siapa saja dan dari mana saja untuk bergabung, dalam rangka mengembangkan visi misi yayasan untuk membangun kebersamaan, keharmonisan, kemajuan serta kemandirian bersama dalam kehidupan sehari-hari yang berasaskan Pancasila. “Tekad kami adalah mandiri dan berprestasi,” ungkap Andreas percaya diri. Panjalu Jayati Kadhiri selalu di hati. – (Ajie) –

Load More Related Articles
Load More By Aji Suharmaji
Load More In 01-Kediri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Berprestasi Berkesan dan Tak Terlupakan SDN Kandangan 1 Kabupaten Kediri

Acara Pelepasan Siswa-siswi kelas VI SDN Kandangan 1 Kediri (8/6) …